Mengenal Budaya “Tok-Tok” Sapi di Pulau Bawean

0
1,251 views

BeritaGresik.com – Salah satu tradisi atau budaya yang cukup diminati di kalangan masayarakat Bawean adalah aduan atau “Tok-Tok” sapi. Tradisi aduan sapi ini sudah berlangsung cukup lama secara turun-temurun.

Selain menjadi sarana hiburan gratis bagi masyarakat Bawean, aduan sapi jantan ini juga dipandang cukup efektif dalam upaya membangun solidaritas dan kebersamaan di antara sesama warga.

Aduan sapi juga memiliki nilai bisnis yang cukup menggiurkan, terutama bagi sapi yang sering menang  aduan. Nilai jual sapi semakin mahal jika sering menang. Bahkan, bisa mencapai puluhan juta rupiah.

Namun demikian, pada sisi lain tradisi aduan sapi ini juga jadi bahan kontroversi di kalangan para ulama Bawean, terlebih jika dipandang dari aspek hukum agama, karena dianggap menyiksa hewan.

Aduan Sapi

Tidak sedikit para kiai di Bawean yang menentang keras tradisi aduan sapi ini lantaran bertentangan dengan agama. Tapi, sebagian kalangan menilai tradisi ini hal biasa yang tak perlu dipertentangkan.

Terlepas dari adanya kontroversi di atas, tradisi aduan sapi sudah cukup mengakar di kalangan warga Bawean. Bahkan, mereka memiliki perkumpulan tersendiri lengkap beserta struktur pengurusnya.

Aduan sapi biasanya digelar di sebuah lapangan terbuka serta dikelilingi penonton yang datang dari seluruh penjuru Pulau Bawean. Sapi jantan yang diadu umumnya memiliki postur tubuh yang cukup besar.

Sapi tersebut ditempatkan di pojok timur dan pojok barat layaknya petinju profesional. Diiringi tepuk tangan yang meriah, sapi tersebut diadukan oleh seorang pawang yang diberi tugas mengawasi kegiatan pertandingan. [zr]