Mengenal Rusa Bawean, Maskot Asian Games 2018

0
1,277 views
Atung (Rusa Bawean), maskot Asian Games 2018. (Foto: Istimewah)
Atung (Rusa Bawean), maskot Asian Games 2018. (Foto: Istimewah)

BeritaGresik.com – Rusa Bawean resmi ditetapkan sebagai salah satu maskot Asian Games 2018 bersama Badak Jawa dan Cendrawasi Papua. Ketiga maskot tersebut anyar tersebut menggantikan maskot yang ada sebelumnya, Drawa.

Rusa Bawean dipilih sebagai simbol atau lambang kecepatan dalam konteks dunia olahraga. Selain itu, Rusa Bawean juga mewakili Indonesia bagian tengah, sebagai wujud keragaman masyarakat.

Rusa Bawean (Axis kuhlii) adalah sejenis rusa yang saat ini hanya ditemukan di Pulau Bawean di tengah Laut Jawa, yang secara administratif termasuk dalam Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur.

Saat ini, Rusa Bawean tergolong spesies langka dan diklasifikasikan sebagai terancam punah oleh IUCN. Populasinya diperkirakan hanya tersisa sekitar 300 ekor di alam bebas. Karena itu, spesies ini ditetapkan sebagai hewan lindung.

Rusa Bawean
Rusa Bawean

Rusa Bawean hidup dalam kelompok kecil yang biasanya terdiri atas rusa betina dengan anaknya atau jantan yang mengikuti betina untuk kawin. Mereka tergolong hewan nokturnal atau hewan yang aktif mencari makan di malam hari.

Dikutip dari Wikipedia, Rusa Bawean jantan memiliki tinggi badan sekitar 60–70 cm. Panjang ekor 20 cm. Panjang dari kepala dan tubuh 140 cm. Kemudian, Bobot Rusa Bawean dewasa 50–60 kg.

Rusa ini memiliki warna kulit coklat. Rusa jantan memiliki tanduk bercabang tiga yang dapat tumbuh sepanjang 25–47 cm. Tanduk ini digunakan oleh rusa pejantan untuk memperebutkan rusa betina saat memasuki musim kawin.

Di Pulau Bawean sendiri, terdapat penangkaran rusa yang dibangun sejak 2003 silam. Penangkaran Rusa Bawean terletak di kawasan perbukitan di Pudakit Barat, kecamatan Sangkapura.

Saat ini di penangkara Rusa Bawean Beto Gebang terdapat sekitar 30 ekor rusa yang terdiri atas rusa jantan dan betina. Awalnya, penangkaram ini hanya merawat dua ekor induk rusa. (abr)