Majukan Wisata Bawean, Pemkab Disarankan Tiru Banyuwangi

0
613 views
Seminar Nasional dan Kongres Persatuan Saudagar Bawean (PSB) di Surabaya, Minggu (29/5/2016). (Foto: BG/Aml)
Seminar Nasional dan Kongres Persatuan Saudagar Bawean (PSB) di Surabaya, Minggu (29/5/2016). (Foto: BG/Aml)

BeritaGresik.com –┬áDeputi Menko Maritim dan Sumber Daya Manusia, Iptek dan Budaya Maritim, Safri Burhanuddin, menyarankan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik meniru Kabupaten Banyuwangi dalam mengembangkan dan memajukan wisata di Pulau Bawean. Sebab, menurut Safri, Pulau Bawean memiliki banyak potensi wisata untuk dijadikan Bali-nya Jawa Timur.

“Saya mewakili Menko Maritim (Rizal Ramli). Jadi Pemkab Gresik bisa meniru Banyuwangi jika serius ingin mengembangkan potensi wisata di Pulau Bawean,” kata Safri, dalam Seminar Nasional bertajuk “Pengembangan Wisata Bahari Nusantara” dan Kongres I Persatuan Saudagar Bawean (PSB), di Gedung Dyandra, Surabaya, Minggu (29/5/2016).

Safri mengaku belum pernah berkunjung ke Bawean. Meski begitu, dirinya sudah lama mengetahui wisata-wisata di Bawean dari media sosial dan internet. “Jujur kami ingin sekali ke Bawean, tapi sejak dulu hanya dijanjikan saja oleh Pak Nadjib (mantan Sekda Gresik),” ucapnya.

Menurut dia, Pulau Bawean adalah salah satu pulau di Indonesia yang memiliki wisata bagus dan belum banyak diketahui wisatawan. Sebab, sampai saat ini wisata di Bawean tidak dikelola dengan baik dan belum pernah dipromosikan seperti wisata di Banyuwangi yang kini mulai dikenal.

“Bawean pantas dan layak jadi pulau wisata, hanya saja belum dipromosikan saja. Tidak perlu mendatangkan investor, warga Bawean yang jadi pengusaha sangat banyak. Misal ada di Singapura, Malaysia, Jakarta dan lainnya. Mereka adalah warga Boyan (nama akrab Pulau Bawean),” tuturnya.

Untuk itu, ia berharap kepada Pemda Gresik mempromosikan wisata Bawean. Jika Bawean dikenal, kata dia, otomatis akan dikunjungi wistawan dan tentu bisa meningkatkan prekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

“Untuk promosi tak perlu biaya besar. Pemda bersama PSB bisa menggelar banyak event seperti lomba fotografer, lomba nulis dan lainnya. Hasilnya kemudian menjadi karya, dan karya itulah yang akan dilirik publik,” jelasnya.

Sementara itu, Dewan Pembina PSB, Yahya Zaini, mengatakan keindahan alam yang belum tereksplorasi dengan baik, tidak kalah bagusnya dengan Bali. Hanya saja memang belum terpublish.

“Makanya kita ambil tema wisata bahari ini bukan tanpa tujuan. Kita ingin mengembangkan wisata di Bawean seperti yang dicanangkan Pak Presiden Jokowi, ingin menciptakan Bali-Bali baru,” kata Yahya.

Pria yang juga putra daerah ini, optimis wisata Bawean akan mulai berkembang setelah terselenggaranya acara kongres pertama PSB.

“Setelah kongres ini kami akan langsung action, bukti nyata mengembangkan wisata Bawean. Diantaranya mengembangkan sarana prasarana, sumber manusia, dan pelatihan diving master,” pungkas mantan DPR RI asal Partai Golkar itu.

Hadir dalam acara tersebut, yaitu Wakil Bupati Gresik Mohammad Qosim, Dewan Pembina PSB Yahya Zaini, Ketua PSB Asy’ari, Dinas Pariwisata Jatim, serta pengusaha asal Bawean yang tersebar di Singapura, Malaysia, Jakarta dan lainnya.

Mereka membahas soal potensi wisata di Pulau Bawean untuk dimasukkan ke Wisata Bahari Nusantara. Menciptakan pariwisata di Indonesia merupakan salah satu fokus pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla. (aml/abr)