Banjir di Gresik Diduga Akibat BGS Belum Optimal

0
557 views
Warga mengamankan barangnya ke tempat yang lebih tinggi agar tidak terkena banjir (Foto/BG)
Warga mengamankan barangnya ke tempat yang lebih tinggi agar tidak terendam banjir. (Foto/BG/Wan)

BeritaGresik.com – Banjir yang merendam sejumlah kawasan di Gresik diduga akibat belum optimalnya fungsi Bendung Gerak Sembayat (BGS). Bendungan itu dibangun untuk mengatasi banjir yang kerap terjadi.

Itu diungkapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Gresik Bambang Isdianto, seperti dilansir Antara, Senin (28/11/2016). Dia mengatakan, harusnya BGS berfungsi maksimal menahan banjir.

“Banjir yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir di Gresik dimungkinkan karena tidak optimalnya kinerja buka tutup air yang ada di Bendung Gerak Sembayat,” jelasnya.

Namun, sampai saat ini Bambang sendiri mengaku belum mengetahui apakah BGS yang telah rampung dikerjakan itu sudah diserahterimakan kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BPWS) Bengawan Solo.

“Memang pengerjaan BGS telah rampung, namun belum diresmikan. Saya juga belum tahu apakah proyek yang telah rampung itu sudah diserahterimakan atau belum ke BPWS, sehingga fungsinya bisa optimal,” ucapnya.

Seprti diketahui, ketinggian air bah yang merendam beberapa wilayah di Gresik, semakin meningkat. Warga terdampak mulai memindahkan barang-barangnya ke tempat yang lebih tinggi agar tidak rusak.

Sehari sebelumnya, Minggu (27/11), ketinggian air luapan sungai Bengawan Solo hanya berkisar 20 hingga 30 sentimeter. Hari ini banjir makin tinggi menjadi 40 hingga 60 sentimeter.

“Mulai malam kemarin, air yang semula hanya menggenangi jalan desa akhirnya mulai masuk rumah,” tutur Romlah (58), warga Desa Bungah, Kecamatan Bungah, Gresik. (ant/wan)