Kolak Ayam, Tradisi Warisan Sunan Dalem

0
443 views
Kolak Ayam
Kolak Ayam

BeritaGresik.com – Gresik dikenal dengan sebutan Kota Wali. Pasalnya, dari sembilan sunan yang masuk dalam lingkaran Walisongo, dua diantaranya berasal dari Gresik. Keduanya adalah Sunan Maulana Malik Ibrahim dan Sunan Giri.

Karena itu, wajar jika suasana islami kental di Gresik. Banyak tradisi yang diwariskan para sunan kepada warga Gresik, mulai dari tradisi kerukunan hingga tradisi yang memiliki esensi untuk meningkatkan ekonomi warga.

Tradisi tersebut antara lain, Kolak Ayam Gumeno, Malem Selawe, dan Pasar Bandeng. Kolak Ayam Gumeno digelar setiap tanggal 23 Ramadan, seperti Senin (27/6/2016).

“Tradisi ini hanya ada di Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, ujar Siswadi Aprilianto, Kepala Dinas Disbudparpora Gresik melalui Kepala Bidang (Kabid) Kepariwisataan, Agus Suharsono.

Di hari itu, masyarakat Gumeno gotong royong memasak kolak ayam atau yang dikenal masyarakat setempat dengan nama sangring.

Memasak kolak ayam ini merupakan bagian tardisi yang turun-menurun sejak tahun 1451 Masehi, bertepatan dengan berdirinya masjid yang dibangun oleh Sunan Dalem, putra kedua dari Sunan Giri.

Selanjutnya masjid tersebut dikenal dengan nama Masjid Sunan Dalem.
Berdirinya masjid jamik inilah yang menandai awal tradisi kolak ayam, ujarnya.

Ayam jago dari penduduk setempat dikumpulkan di halaman masjid untuk disembelih. Uniknya dari tradisi ini, yang mempersiapkan bumbu dan memasak kolak ayam semuanya adalah kaum laki-laki dari penduduk Desa Gumeno. Tua dan muda gotong-royong di masjid.

Menurut masyarakat setempat, syarat untuk memasak kolak ayam haruslah lelaki. Tapi para wanita tidak serta-merta diam, mereka diberi tugas untuk memarut kelapa yang dilakukan di masing-masing rumahnya.

Meskipun namanya kolak, tapi jangan dibayangkan seperti kolak pisang atau kolak ketela. Sangring adalah masakan ayam berkuah santan. Cukup rumit memasaknya, apalagi dalam jumlah yang besar, dengan bahan baku hingga ratusan ayam dan buah kelapa.

Bumbu racikannya antara lain, daun berambang yang diiris kecil-kecil, gula jawa, jinten, dan kelapa untuk diambil santannya. Daging ayam mula-mula direbus. Kemudian disuwir atau diiris kecil-kecil.

Setelah daging dan bumbu siap, acara memasak kolak ayam dimulai. Untuk memasaknya dibutuhkan kuali dari tanah liat dan kayu sebagai bahan bakarnya. Karena jumlah ayam yang disembelih banyak, maka dipersiapkan belasan tungku, sehingga masaknya harus beramai-ramai. Proses masaknya pun berjam-jam.

Pekerjaannya memang susah, tapi semua akan terasa enteng karena warga setempat ikhlas gotong-royong, tandas Siswadi.

Awalnya, warga setempat memasak kolak ayam hanya untuk menjalankan tradisi yang diwariskan Sunan Dalem, tapi setelah dipahami lebih dalam, Sunan Dalem mewariskan tradisi kerukunan yang tersirat dari tradisi kolak ayam tersebut.

Kolak ayam disantap untuk menu buka puasa. Semua warga Gumeno kumpul di masjid untuk buka puasa bersama. Di sini tidak ada si kaya dan si miskin, semuanya menyantap masakan yang sama.

Bagi warga yang berhalangan hadir akan dikirim ke rumahnya masing-masing. Warga juga meyakini, kolak ayam bisa menyembuhkan segala penyakit. (wan)