Pembangunan Semen Rembang Tetap Sesuai Rencana

0
695 views

REMBANG, BeritaGresik.com – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk mengaku siap merampungkan pembangunan pabrik semen teranyar yang berlokasi di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, pada akhir 2016 mendatang. Hingga Mei 2015, perseroan telah menyerap dana sebesar Rp1,8 triliun dari total investasi yang mencapai Rp4,5 triliun. Sementara realisasi pengerjaan proyek tersebut baru 45%, atau sedikit meleset dari perkiraan sebelumnya sebesar 47%.

Deputy Project Director Rembang PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Ari Wardhana mengatakan, melesetnya realisasi ini lantaran terhambat dua faktor. “Memang benar. Realisasi tersebut sedikit lebih rendah dari proyeksi sebelumnya karena faktor cuaca dan lahan yang kurang mendukung,” katanya dalam rilisnya, Minggu (28/06).

Dia melanjutkan, yang dimaksud lahan kurang mendukung adalah perbedaan karakteristik tanah dari asumsi awal. Menurut Ari, pembangunan pabrik semen Rembang mengacu pada Pabrik Tuban IV di Jawa Timur. Namun faktanya, lanjut dia, estimasi tersebut berubah meski tidak berdampak signifikan.

“Ternyata, berdasarkan feasibility study struktur tanah di sini (Rembang) tidak sama dengan di Tuban. Pembangunan pun baru dimulai bulan Februari 2014. Meski begitu, pembangunannya tetap dikebut dan selesai pada kuartal III 2016 serta beroperasi awal tahun 2017. Ini sesuai hasil rapat umum pemegang saham tahun 2012 lalu,” jelasnya.

Pabrik berkapasitas 3 juta ton per tahun itu nantinya diharapkan membantu meningkatkan kapasitas produksi perseroan berkode emiten SMGR menjadi 40 juta ton pada 2017, dari saat ini yang baru mencapai 32 juta ton.

Bina warga sekitar

Selain itu, Ari juga menegaskan bahwa perseroan mengalokasikan dana tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social and responsibility / CSR) senilai Rp14 miliar terkait proyek pembangunan pabrik semen baru di Rembang.

Dana CSR tersebut dipakai untuk pembangunan infrastruktur publik di sekitar lokasi proyek pabrik atau Ring-1, termasuk juga modal usaha bagi warga di sekitar lokasi proyek. “Tahun sebelumnya dana CSR sebanyak Rp7 miliar. Namun sekarang sudah mencapai Rp14 miliar,” ungkapnya.

Dia menjelaskan dana CSR itu juga digunakan untuk bantuan pelatihan berwirausaha bagi pelaku usaha mikro dan kecil (UMK). Bahkan, sambung Ari, perseroan memberikan penyuluhan kepada UMK binaan untuk meningkatkan kapasitas produksi

“Kami berkomitmen memberikan bantuan kepada warga kendati proyek belum selesai,” ujar Ari.

Pada kesempatan terpisah, Wahjudi Eko selaku Kepala Persiapan Operasi Pabrik Rembang menambahkan, perseroan telah mempekerjakan 2.000 orang warga Rembang sebagai tenaga kerja dalam proyek pembangunan pabrik semen.

Sebagai rincian, sebanyak 1.200 orang berasal dari Kabupaten Rembang, 500 orang berasal dari lokasi sekitar proyek pabrik atau Ring-1 serta 300 orang berasal dari luar Kabupaten Rembang.

Dia memaparkan, warga sekitar yang bekerja dalam proyek diberi pelatihan sebelum terjun menjalankan tugas, baik sebagai kuli bangunan, petugas keamanan maupun tukang las. Pelatihan ini dimaksudkan untuk memberikan bekal keterampilan sehingga memiliki keahlian di bidangnya.

“Pekerjaan di sini memiliki risiko yang cukup besar. Makanya, kami latih dahulu sesuai dengan kemampuan,” ujar Wahjudi.

Dengan begitu, dia memperkirakan pabrik semen ini bakal meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar, karena akan menyerap sekitar 4.000 orang pekerja. “Jika pabrik ini resmi beroperasi, diperkirakan jumlah pekerja akan meningkat dua kali lipat menjadi 4.000 orang,” tandasnya.

Pabrik Terintegrasi

Selain pabrik semen Rembang, perseroan juga akan membangun pabrik semen terintegrasi dengan biaya investasi sebesar US$150 juta atau sekitar Rp1,95 triliun. Rencananya, pabrik yang berkapasitas satu juta ton per tahun itu mulai dibangun pada 2016 dan beroperasi pada awal 2019 mendatang.

Penandatangan kesepakatan kerja sama antara Semen Indonesia dengan Pemerintah Kabupaten Jayapura, Papua sudah dilakukan pada 2 April 2015 lalu.

“Diharapkan pabrik terseut dapat memenuhi permintaan kebutuhan semen di Provinsi Papua yang pada tahun 2014 mencapai sekitar 800 ribu ton. Ini juga sekaligus dapat memasok permintaan semen di daerah Maluku, serta peluang ekspor ke Papua Nugini,” kata Agung Wiharto, Sekretaris Perusahaan Semen Indonesia.

Dia menambahkan, hasil studi awal yang dilakukan mengindentifikasikan kondisi geografis Kabupaten Jayapura sesuai dengan rencana perluasan bisnis perseroan, baik dari segi lokasi, ketersediaan bahan baku, potensi efisiensi dalam biaya transportasi dan distribusi, serta rencana pengembangan ke depan.

“Sebagai perusahaan publik, perseroan akan senantiasa memperhatikan dan melaksanakan tata kelola perusahaan yang baik, serta hal-hal yang terkait dengan kewajiban sebagai perusahaan publik,” papar Agung.

Sebelumnya, Direktur Utama Semen Indonesia, Suparni mengatakan, perseroan akan memfokuskan pengembangan bisnisnya di dalam negeri untuk menggenjot kinerja perseroan ke depan.

Menurut dia, pasar dalam negeri saat ini memiliki prospek yang sangat bagus sehingga pihaknya akan mengutamakan pengembangan pasar tersebut. “Dalam rencana kerja saya, yang utama tetap pengembangan di dalam negeri, karena pasarnya masih demikian besarnya,” kata Suparni.