Pemkab Diminta Tingkatkan Kualitas SDM Masyarakat Bawean

0
439 views
Foto: BG/Wan
Foto: BG/Wan

BeritaGresik.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik terus menggelorakan berbagai program untuk memajukan Bawean. Banyak anggaran telah digelontorkan untuk membangun berbagai infrastruktur dan memajukan pariwisata di wilayah kepulauan itu.

Tapi menurut Ketua Komisi D DPRD Gresik, Muntarifi, hal yang lebih penting untuk Bawean  sekarang ini sebenarnya adalah pemberdayaan masyarakat dan peningkatan SDM (sumber daya manusia). “Infrastruktur Bawean saya kira sudah cukup memadai,” katanya.

Meski hanya berstatus kecamatan, ujar dia, Bawean sudah memiliki gedung rumah sakit yang memadai, fasilitas pendidikan dan berbagai infrastruktur lain yang cukup bagus. Tapi untuk SDM, dia menyebut masih sangat kurang. Senin (28/3/2016).

“Karena itulah, yang paling penting dan sangat dibutuhkan untuk kemajuan Bawean adalah pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kapasitas SDM-nya,” tandasnya.

Peningkatan SDM, sambung Muntarifi, juga diperlukan untuk tenaga-tenaga kesehatan dan tenaga pengajar. Di rumah sakit yang ada di sana misalnya, sejauh ini dokternya baru sebatas dokter umum. Belum ada dokter spesialis seperti di rumah sakit pada umumnya.

Demikian halnya perawat di rumah sakit, kebanyakan perawat di sana masih standar Puskesmas. “Begitu juga tenaga pengajar atau guru di sekolah-sekolah yang ada. Sejauh ini masih kurang, banyak guru yang kurang memadai dalam hal IT dan sebagainya,” paparnya.

Tentang keberadaan lapangan terbang dan fasilitas transportasi udara di sana, dikatakan dia, sebenarnya belum terlalu dibutuhkan. Memang hal itu bagus, tapi disebutnya masih lebih efisien jika menuju dan kembali dari Bawean menggunakan kapal penyeberangan.

Dengan pesawat, warga Gresik butuh waktu 6-7 juta jam karena harus ke Bandara Juanda terlebih dulu. Padahal menggunakan kapal penyeberangan, hanya butuh waktu sekitar 4 jam.

Mengenai wisatawan yang masuk ke Bawean, sejauh ini juga dikatakan dia masih sangat minim. Wisatawan Baweran tidak bisa dihitung dari keberangkatan orang ke sana, karena angka kunjungan ke Bawean sebenarnya lebih banyak orang mudik saja.

“Kunjungan ke sana itu kebanyakan warga asal Bawean yang pulang untuk mudik atau mengunjungi keluarga dan orangtua yang masih tinggal di sana. Sedangkan wisatawannya, masih sangat minim,” lanjutnya.

Diakuinya, wisata Bawean memang tidak kalah dengan daerah lain, termasuk dengan Lombok sekalipun. Tapi masalah akses yang menjadi kendala sehingga jarang investor mau berman di sana dan sedikit sekali wisatawan memilih berkunjung ke pulau ini. (wan)