BPBD Gresik Pantau Kenaikan Air Sungai Bengawan Solo

0
297 views
Desa mana ini, Cak?Sebagian Desa Bungah tergenang air luapan sungai Bengawan Solo, Minggu (27/11/2016). (Foto: @ghozalikhudori/twitter)
Sebagian Desa Bungah tergenang air luapan sungai Bengawan Solo, Minggu (27/11/2016). (Foto: @ghozalikhudori/twitter)

BeritaGresik.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik terus memantau kenaikan debit air di sungai Bengawan Solo. Luapan air sungai telah merendam sembilan desa di Gresik.

Selain merendam pemukiman warga, banjir yang terjadi akibat meluapnya sungai terpanjang di Jawa ini juga menggenangi lahan pertanian warga, seperti lahan tambak dan areal persawahan milik warga.

“Ada 14 Rumah tergenang yang tingginya mencapai 10 hingga 15 cm. Lahan persawahan di Kecamatan Dukun yang tergenang seluas 9 hektar, tinggi genangan 20 hingga 30 cm,” kata Abu Hasan, Minggu (27/11/2016).

BPBD memperkirakan banjir akibat luapan air sungai Bengawan Solo akan terus meningkat. Karena itu, warga diminta untuk tetap waspada sambil memantau kondisi banjir di desanya masing-masing.

Petugas BPBD Gresik terus memantau ketinggian air di Bengawan Solo sebab kondisi air laut sedang pasang. “Warga harus selalu waspada, sebab intensitas hujan masih cukup tinggi,” ucapnya.

Beberapa desa yang tergenang banjir di Kecamatan Dukun yakni di Desa Tiremenggal, Tebuwung, Dukuhkembar, Madumulyorejo, Baron.

Sedangkan untuk Kecamatan Bungah, yang terendam banjir yaitu Desa Sungonlegowo, Bedanten, Bungah dan Desa Sukorejo. Ada 5 rumah yang tergenang bsnjir dengan tinggi genangan 10 sampai 20 cm. (zr)