Halangi Bangunan GNI, 8 Toko di Sangkapura Diminta Pindah

0
758 views

BeritaGresik.com – Gedung Nasional Indonesia (GNI) di Desa Kotakusuma, Kecamatan Sangkapura termasuk aset milik pemerintah yang telah berdiri sejak lama. Sayangnya, gedung yang menempati lahan seluas 155 meter persegi di sisi selatan Alun-alun Sangkapura itu tertutup delapan bangunan toko.

Karena itu, Bupati Gresik Sambari Halim Radianto dan Wakil Bupati Moh Qosim menekankan kepada para pemilik bangunan yang berdiri di depan GNI tersebut agar segera merelokasi ke tempat lain. Penekanan itu disampaikan Sambari saat berkunjung ke Pulau Bawean dua pekan yang lalu.

Kepada pemilik toko, Sambari memberikan pilihan untuk direlokasi atau ganti bangunan. Namun, salah satu pemilik toko kelontong Durratul Badriyah (31) memilih untuk direlokasi. ”Sekarang silakan mulai mencari lahan yang cocok untuk tempat relokasi,” kata Sambari kepada Badriyah.

Menurut Sambari, pemerintah berhak menggusur delapan toko yang menutupi bangunan yang biasa digunakan warga untuk latihan senam aerobik itu. Pasalnya, ruko itu berdiri diatas tanah milik pemerintah. Tapi karena alasan kemanusian, pemerintah tidak ingin melakukan pembongkaran paksa.

Bangunan GNI sudah berdiri sejak puluhan tahun lalu. Namun, pemerintah baru tahun lalu melakukan renovasi gedung yang didominasi warna kuning itu. Bangunan berukuran 31×5 meter persegi itu saat ini hanya terlihat di bagian depannya saja, akibat tertutup oleh delapan ruko.

Sementara ini bangunan GNI digunakan oleh masyarakat kepulauan yang berjarak sekitar 80 mil dari Gresik itu sebagai tempat latihan senam aerobik. Setidaknya ada tiga kali pertemuan selama sepekan.

Pemilik toko yang berdiri di atas aset milik pemerintah, Durratul Badriyah, mengaku membeli bangunan itu pada 2009 silam. Namun, perempuan yang akrab disapa Durra itu enggan menyebut identitas si penjual bangunan itu.  ”Saya membelinya Rp 150 juta,” ujar perempuan berusia 31 tahun itu.

Perempuan berjilbab itu tidak menolak jika tokonya dirobohkan. Namun, warga Desa Kotakusuma itu berharap pemerintah membangunkan tempat baru.  ”Saya tahu ini tanah pemerintah. Saya hanya beli bangunan saja. Saya tidak mau diganti uang, saya maunya dibangunkan toko lagi,”tegasnya. [wan]