Serius Kawal TKI, Kepala BNP2TKI Pastikan Program ke Korea Tiada Permainan

0
334 views

JAKARTA, BeritaGresik.com – Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid memastikan dalam pengiriman TKI ke Korea tidak ada permainan dalam penempatan di Korea.

Menurutnya, hal tersebut karena calon TKI yang diberangkatkan tersebut merupakan program kerja sama G to G antara pemerintah Indonesia dan pemerintah Korea Selatan. Sehingga dikatakan bahwa dalam proses penempatan G to G ke Korea dituntut bersih dari segala jenis permainan. Nusron juga menegaskan, semua proses dan tahapannya ke depan dibuat secara transparan.

“Sehingga menutup peluang bagi calo atau perusahaan tertentu yang coba mau main belakang,” kata Nusron, saat pelepasan 225 Calon TKI ke Korea, di Gedung Korea Indonesia Technical and Cultural Cooperation Center (KITCC) BP3TKI Jakarta, Jalan Pengantin Ali No 71, Ciracas, Jakarta Timur, Senin (27/4/2015).

Nusron menegaskan, selaku Kepala BNP2TKI dirinya telah menginstruksikan kepada jajaran Deputi Bidang Penempatan agar seluruh proses penempatan, termasuk penempatan di Korea, wajib diproses secara transparan dan melalui sistem agar tidak terjadi permainan oleh oknum diluar aparat BNP2TKI.

Secara khusus, Nusron juga menyuruh Deputi Penempatan Agusdin Subiantoro untuk secepatnya menyiapkan sistemnya. Nusron juga akan memantau secara langsung pada saat sanding data melalui sistem dimaksud.  merasa tertantang dengan keluhan masyarakat akan tingginya biaya penempatan ke Korea.

“Saya akan membuktikan dalam tahun ini proses penempatan G to G ke Korea harus benar-benar bersih dan transparan,” tegasnya.

Ke-255 TKI yang akan diberangkatkan tersebut, sebanyak 180 orang akan menempati sektor Manufaktur dan 75 orang di sektor Fishery (Perikanan). Pada tahun 2015 ini telah diberangkatkan TKI ke Korea sebanyak 1.700 orang.

Menurut Nusron, minat TKI ke Korea merupakan proses Hijrah. Karena niat berangkat sebagian besar TKI ke Korea adalah memperbaiki nasib dan memperbaiki kehidupan keluarga. Karena itu, Nusron berpesan kepada para TKI yang akan berangkat ke Korea, untuk jangan neko-neko selama berada di luar negeri.

“Orang Indonesia di luar negeri banyak yang menjadi sasaran perekrutan ISIS. Jadilah TKI yang berpegang teguh pada Pancasila,” ujarnya.

Selain itu, Nusron juga mengingatkkan akan tantangan atau godaan lainnya seperti konsumerisme. Nusron menyampaikan kepada para TKI agar bisa mengendalikan diri dari hal yang sia-sia dengan selalu menabung. Nusron khawatir seperti kejadian umum TKI yang pulang ke Indonesia tidak membawa tabungan apa-apa sehingga kemudian justru menjadi TKI kembali.

“Jangan sampai kalau setelah kembali ke Indonesia malah mendaftar jd TKI lagi,” ucapnya. []