Kemiskinan dan Pernikahan Dini di Rembang, Suharti dari Tegaldowo Bangkit Berjuang

0
518 views

DEPOK, BeritaGresik.com – Pernikahan dini menjadi masalah serius di Desa Tegaldowo, Kec Gunem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Hal ini terungkap dalam Diskusi Publik “Relevansi UU Perkawinan Dalam Pemenuhan Hak-Hak Anak”, di Perpustakaan Pusat, Universitas Indonesia, Depok, pada Senin, (27/04).

Salah seorang narasumber, Musri Munawaroh (19 tahun) menyampaikan pengalamannya menikah di usia 14 tahun. “Saya tidak ingin ada anak-anak Indonesia seperti saya, tapi sekarang saya sudah bangkit, saya ingin kuliah di kampus seperti Universitas Indonesia ini”, ungkapnya saat ditemui setelah diskusi publik tersebut.

Musri hadir bersama Ibu Suharti, Ketua KPAD (Komisi Perlindungan Anak Desa) Tegaldowo, Gunem, Rembang. Menurut Suharti menikahkan anak adalah dambaan setiap orang tua, namun anak-anak terancam kesempatan sekolah, kuliah jika keinginan itu terlalu cepat. “Ini tantangan bagi desa kami, sejak 2006 dengan berbagai aktivitas kami sudah berusaha mencegahnya”, jelas Suharti.

Suharti melanjutkan, sebab utama pernikah dini didesanya adalah tingkat pendidikan dan kultur setempat dimana orangtua bangga jika anaknya menikah cepat. Pekerjaan lain Suharti sebagai Guru dan ahli tata rias dimanfaatkannya untuk menyisipkan pesan “Ayo Sekolah” kepada siapapun di desanya

“Perjuangan Ibu Kartini belum selesai, anak-anak Desa Tegaldowo harus sekolah dan kuliah, Alhamdulillah semakin banyak warga yang mendukung, ini perjuangan bersama, saya hanya salah satunya”, pungkasnya. []