Yusuf, Bocah Penderita Kanker Asal Bawean Butuh Santunan

0
1,817 views
Yusuf, bocah berusia 8 tahun asal Bawean yang divonis menderita penyakit kanker tulang. (Foto: BG/Abr)
Yusuf, bocah berusia 8 tahun asal Bawean yang divonis menderita penyakit kanker tulang. (Foto: BG/Abr)

BeritaGresik.com – Yusuf (8), tak seceria teman sebayanya. Usianya masih belia,‎ namun penyakit yang mendera warga Desa Pudakit Timur, Kecamatan Sangkapura, Gresik ini membuat anak dari pasangan Dalila dan Khasin itu tak berdaya.

Di tengah himpitan ekonomi keluarga, Yusuf divonis dokter mengalami kanker tulang. Tentunya, keterbatasan biaya menjadi kendala utama bagi keluarga untuk mengobati anak asal Bawean itu.

Berbagai upaya telah ditempuh pihak keluarga untuk membiayai pengobatan Yusuf. Bahkan, bocah dari keluarga tak mampu ini sempat di bawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Ibnu Sina Gresik.

Di tengah kesulitan yang menderanya, secercah harapan muncul. Saat ini, lewat Gerakan for Melani & Yusuf, Persatuan Saudagar Bawean (PSB) menggalang dana santunan untuk biaya pengobatan dua bocah asal Bawean, termasuk Yusuf.

Dok. PSB
Dok. PSB

Sekjen PSB Ahmad Fatah Yasin mengatakan, selama sepekan terakhir ini pihaknya telah mengumpulkan sejumlah dana hasil sumbangan para donatur. Bahkan, saat ini PSB sudah membawa Yusuf berobat ke RS Dr Soetomo Surabaya.

Namun, dana yang terkumpul, menurut pria yang akrab disapa Afys ini akan digunakan sebagai dana talangan biaya hidup Yusuf dan keluarganya selama proses berobat. Sebab, pihaknya sudah menguruskan BPJS pengobatan Yusuf.

Selain itu, PSB berencana menggalang dana bantuan untuk Melani (12), bocah asal Dusun Tanah Rata, Desa Kepuh Teluk, Kecamatan Tambak, Kabupaten Gresik. Bocah dari keluarga tak mampu ini didiagnosa menderita Hidrosyfalus.

Terpisah, Ketua Komisi D DPRD Gresik Muntarifi mengaku pernah menfasilitasi Yusuf berobat ke RS Ibnu Sina. Tapi setelah rumah sakit mendiagnosa penyakit yang diderita Yusuf dan harus di rujuk ke rumah sakit Surabaya, pihak keluarga meminta pulang ke Bawean.

“Sebelumnya saya sudah merekom ke Rumah Sakit Ibnu Sina. Bahkan yang bersangkutan sempat saya bawa ke rumah, tatapi minta pulang,” terang Muntarifi. (abr)