Ansor Sesalkan Sikap MUI Terkait Sandal Lafadz Allah

0
648 views
Alas sandal mirip lafadz Allah. (Foto: Istimewah)
Alas sandal mirip lafadz Allah. (Foto: Istimewah)

BeritaGresik.com – Pengurus Gerakan Pemuda Ansor Cabang Gresik menyayangkan sikap MUI Kabupaten Gresik terkait produk sandal milik PT New Era Rubberindo, yang diduga terdapat kaligrafi lafadz Allah.

Secara simbolis pihak manajemen perusahaan memang sudah memusnahkan sisa produk sandal yang beralaskan mirip lafadz Allah. Pada pemusnahan dengan dibakar kemarin, pihak Ansor tidak dilibatkan.

Kendati kedua belah pihak yakni MUI maupun PT New Era Rubberindo telah menganggap peristiwa ini selesai, tidak halnya dengan Ansor Gresik yang masih menyisakan tiga item permintaannya terhadap manajeman perusahaan.

Karena itu, Ansor Gresik masih tetap akan mengkaji kembali adanya kemiripan dengan lafadz Allah yang berada pada alas sandal bertype 8838 dan 8839.

“Sampai sekarang Ansor dan sebagian masyarakat belum menerima pernyataan sesuai dengan apa yang kita tuntut,” terang Agus Junaedi, Ketua PC Ansor Gresik saat dihubungi, Selasa (26/7/2016).

Agus menambahkan, pihaknya masih melakukan konsultasi dengan ahli khot guna memberikan kajian teori keilmuan khot. Begitu juga dengan pemusnahan dengan membakar sisa produk sandal, Ansor juga tidak diundang.

“Saat audiensi dengan manajemen New Era kita akan di undang, tapi kenyataannya tidak ada undangan ke kita baik dari MUI maupun PT New Era Rubberindo,” tukasnya.

Sementara itu, Dirut PT New Era Rubberindo Yohanes Susanto mengatakan, tidak diundangnya Ansor bukan kepasitasnya. Sebab pembakaran sisa produk adalah itikad baik dari perusahaan yang telah dikoordinasikan dengan pihak MUI Gresik.

“Kalau mengundang Ansor, urusannya MUI, dan pemusnahan ini akan kami lakukan terus,” singkat Yohanes usai pembakaran (25/7/2016).

Pantauan di lapangan, sandal dengan type 8838 dan 8839 terlihat masih diperjual belikan. Terlihat sandal tersebut masih beredar di stand sandal ‘Doa Bunda’ di pasar Gresik yang belum ditarik.

“Ini sisa saja mas, sekarang sudah tidak bisa diorder. Saya baca di media kalau sandal ini jadi perbincangan hangat, tapi menurut saya tidak mirip,” ujar pemilik stand berinisial AA. (wan)