Pemerintah Kirim 798 Guru ke Daerah Tertinggal

0
547 views

JAKARTA, BeritaGresik.com – Masalah pemerataan tenaga pendidik di Indonesia masih menjadi salah satu persoalan serius yang tengah dihadapi dunia pendidikan. Pasalnya, tidak sedikit guru yang enggan ditempatkan di daerah pelosok, sehingga membuat sekolah di beberapa wilayah di Tanah Air kekurangan tenaga pengajar.

Merespon hal itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan mengirim sebanyak 798 tenaga pendidik untuk ditugaskan ke wilayah terdepan, terluar dan tertinggal (3T) melalui program Guru Garis Depan.

Para pendidik tersebut adalah lulusan dari seleksi program Guru Garis Depan sebelumnya. “Guru adalah formasi khusus ASN Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2014 Sarjana Mendidik di 3T (SM-3T),” tutur Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan dalam pembekalan terakhir Guru Garis Depan di Jakarta, Minggu (24/05).

Dia mengatakan, bahwa Program SM-T3 bukan mengajar dua tahun kemudian kembali lagi ke daerah asal, tapi terus berlanjut mengajar di wilayah 3T tersebut.

Menurut Mendikbud, Program SM-3T berbeda dengan program lainnya. Dia mencontohkan langkah Universitas Gajah Mada (UGM) yang mengirim guru ke wilayah terluar selama dua tahun, setelah mengajar para guru bisa kembali.

“Itu hanya inisiatif UGM untuk membantu pemerintah menyelesaikan masalah tenaga guru. Jadi ini perbedaannya guru mengajar tetap di wilayah 3T,” jelas Anies.

Lebih lanjut Mendikbud menuturkan, istilah Guru Garis Depan bukan hanya untuk ditempatkan di daerah perbatasan, tapi juga wilayah yang belum memperoleh akses serta belum memiliki infrastruktur yang memadai. Adapun wilayah penempatan para tenaga pendidik tersebut mencakup empat provinsi serta 28 kabupaten di Indonesia.

Sebelumnya, proses seleksi guru garis depan telah menempuh tiga tahap. Pertama yaitu tahap registrasi pendaftaran di Panitia Seleksi Nasional dan Kemendikbud. “Pada tahap ini, sebanyak 1.480 calon peserta tercatat dalam tahap registrasi,” ujar Anies.

Kemudian tahap Tes Kompetensi Dasar (TKD). Tahap ini mencakup tes wawasan kebangsaan, tes tntelegensia umum dan tes karakteristik pribadi. Tahap TKD menjaring 1.395 calon peserta dari 1.480 pendaftar yang diseleksi.

Namun demikian, ketentuan ambang batas nilai yang ditetapkan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara-Reformasi Birokrasi, yang telah menjaring 1.224 peserta. Hanya saja, dari 1.000 formasi yang disediakan, hanya 809 peserta yang mampu terdistribusi ke kabupaten penempatan.

Sedangkan tahap ketiga adalah penetapan NIP dan SK CPNS. Pada tahap ini, dari sebanyak 809 peserta awal, ternyata terdapat 2 peserta yang mengundurkan diri dan 9 peserta tidak terdaftar dalam database kepesertaan Sarjana Mendidik-3T (SM-3T).

“Akhirnya yang berhasil memperoleh NIP dan SK CPNS sebanyak 798 peserta yang akan ditugaskan sebagai Guru Garis Depan pada 4 propinsi dan 28 Kabupaten,” tandas Anies.

Sekretaris Jenderal Kemdikbud Hamid Muhammad mengatakan, Guru Garis Depan dapat formasi CPNS  2014  dengan jatah 1.000 orang. Tes Kompetisi Dasar (TKD) mencakup wawasan kebangsaan, intelejensia umum, dan karakteristik pribadi. TKD menjaring 1.395 calon peserta dari 1.480 pendaftar.

Dia mengungkapkan, empat provinsi penempatan tenaga pengajar di antaranya provinsi Aceh, Nusa Tenggara Timur (NTT), Papua dan Papua Barat. Sedangkan wilayah kabupaten penempatan mencakup kab. Aceh Besar, Aceh Timur, Aceh Singkil, Aceh Selatan, Alor, Deiyai, Flores Timur, dan Gayo Lues.

Selain itu ada juga Kabupaten Jayawijaya, kepulauan Yapen, Kupang, Lanny Jaya, Manggarai, Manggarai Timur, Manokwari, Manokwari Selatan, Pegunungan Bintang, Raja Ampat, Rote Ndao, Simeuleu, Sorong, Sorong Selatan, Sumba Timur, Supiori, Tambrauw, Teluk Bintuni, Waropen dan Yalimo. [ALF]