Pencak Silat Bawean Kini Kurang Diminati Anak Muda

0
1,239 views
Pendekar pencak silat selutuh Bawean saat menghadiri rapat konsolidari pengurus dan silaturrahim dengan Bina Yayasan Bawean Mandiri dalam rangka persiapan "Bawean Fair 2016" di Desa Daun, Sangkapura, Kamis (25/2/2016). (Foto: BG/zr)
Rapat konsolidari pengurus pencak silat Bawean dan silaturrahim dengan Bina Yayasan Bawean Mandiri dalam rangka persiapan “Bawean Fair 2016”. (Foto: BG/zr)

BeritaGresik.com – Seni bela diri pencak silat merupakan salah satu warisan budaya yang begitu melekat pada setiap diri masyarakat Bawean. Bahkan, dulu anak muda Bawean di larang melangkah laut sebelum mempelajari pencak silat.

Kendati hingga kini seni bela diri pencak silat khas Bawean masih tetap lestari, namun warisan budaya nenek moyang ini mulai kurang diminati di kalangan anak muda. Jika terus dibiarkan, lambat laun pencak silat Bawean akan punah.

Kekhawatiran itu diungkapkan Ketua Persatuan Pencak Silat Bawean, Misnabi, di sela rapat konsolidasi pengurus dan silaturrahim dengan Bina Yayasan Bawean Mandiri di Desa Daun, Kec. Sangkapura Bawean, Kamis (25/2/2016).

Rapat waktu itu digelar dalam rangka persiapan diselenggarakannya “Bawean Fair 2016” atau festival budaya Bawean. Even ini digagas Bina Yayasan Bawean Mandiri guna melestarikan sekaligus mempromisikan budaya warga Bawean.

Pencak silat Bawean. (Foto: Bg/Abr)
Pencak silat Bawean. (Foto: Bg/Abr)

“Pencaksilat sebagai alat mempererat hubungan silaturrahim, sekarang mulai pudar di kalangan anak muda Bawean. Padahal, dulu pemuda Bawean sebelum melangkah laut harus belajar dulu seni bela diri pancak silat,” kata Misnabi.

Dia menjelaskan, pencak silat Bawean merupakan warisan leluhur, yakni tokoh penyiar Agama Islam yang bernama Syekh Mas Kumambang dari Gujarat. Pencak silat mulai dikenalkan di Bawean saat beliau menyiarkan Agama Islam.

Karena itu, melaui event festival budaya Bawean, dia berharap seni bela diri pencak silat kembali digandrungi di kalangan anak muda Bawean. Sehingga, pencak silat sebagai salah satu entitas budaya masyara Bawean tetap lestari. (zr)