Pemahaman Komunitas ASEAN Masih Rendah

0
491 views

JAKARTA, BeritaGresik.com – Melihat realita ASEAN dituntut utuh. Tidak sepenggal-penggal. Dengan mempelajari dan memahami ASEAN secara keseluruhan sehingga menjauh dari paradigma yang keliru. Termasuk, tidak sekedar ASEAN dilihat dari foto-foto seremonial elitnya yang seakan solid.

Hal tersebut diungkapkan tokoh muda Indonesia pendiri akun jejaring sosial media Twitter @AseanCom2015 Hariqo Wibawa Satria dalam Seminar ASEAN bertajuk “Increasing Skills And Mindset Toward Business In Economic Students For ASEAN Economic Community 2015” di Gelanggang Remaja Tanjung Priok, Sunter, Jakarta Utara, minggu sore (24/05/2015), kegiatan ini didakan STIE Jakarta Internasional College (JIC).

“Rohingya adalah bukti ASEAN tak punya roh, semua negara ASEAN beda kepentingan, tidak ada negara ASEAN yang disegani dan mampu memimpin negara ASEAN lainnya,” tegas Hariqo Wibawa Satria dari Komunitas Peduli ASEAN di depan 258 mahasiswa dari berbagai Kampus di Jakarta.

Menurut Hariqo, interaksi yang rendah antar warga, pengetahuan yang sangat terbatas membuat warga ASEAN kaget dengan banyak hal dan jauh dari roh pendirian ASEAN itu sendiri.

“Jangankan pengetahuan tentang Singapura dalam angka, pengetahuan dasar tentang siapa pemimpin Filipina, Malaysia, Thailand, Laos saja banyak masyarakat Indonesia tidak tahu, apalagi soal Rohingya, ini bukti kalau informasi tentang ASEAN sangat kurang,” tambahnya.

Oleh karena itu, Hariqo mendorong agar kampus dan mahasiswa Indonesia memperbanyak tulisan tentang ASEAN.

“Kalau bikin skripsi, tesis, sebaiknya tentang salah satu negara ASEAN, agar makin banyak ilmu kita tentang mereka”, jelas pria asal Bukittinggi ini.

Narasumber lainnya, Juni Rachmat Mancanegara (Wakil Presiden Bank Danamon) menjelaskan dalam satu slide-nya kekayaan alam Indonesia yang begitu melimpah.

“Keunggulan kita di bidang SDA ini memerlukan kewirausahaan,” harap Juni. Ia juga meminta para mahasiswa tidak merasa hebat sebelum bertarung di dunia kerja dengan para mahasiswa dari negara-negara ASEAN lainnya.

Sementara itu Sri Hartati, Ketua Panitia kegiatan ini mengaku sangat senang dengan antusiasme peserta dan membludaknya yang hadir.

“Semangat anak-anak muda untuk berkontribusi terhadap Komunitas ASEAN adalah salah satu tujuan seminar, dan kami melihatnya disini,” terangnya.