Ketum PB Ansor Nusron Wahid Resmikan Masjid KH Abdurrahman Wahid

0
389 views

JAKARTA, BeritaGresik.com – Harlah Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) ke-81 yang diselenggarakan pada Jumat (24/4) malam menjadi tonggak sejarah bagi organisasi kepemudaan Nahdhatul Ulama (NU) tersebut untuk bertransformasi menjadi organisasi modern yang tetap berpegang pada nilai-nilai nahdhiyyah.

Terlebih, harlah tersebut juga meresmikan masjid yang diberi nama KH Abdurrahman Wahid. Nama ini, bagi GP Ansor menjadi figur teladan dan inspirasi dalam memperjuangkan kebhinnekaan, pluralisme, dan ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

“Ansor yang sudah berusia 81 tahun, berarti memang selama ini mendatangkan manfaat di muka bumi ini. Jamaah Ansor itu besar, tetapi belum menjadi jamaah yang solid, belum jadi kekuatan yang terorganisir. Ke depan jamaah harus membumi untuk lebih mendatangkan manfaat di bumi,” kata Ketua Umum GP Ansor Nusron Wahid, saat menyampaikan sambutan Harlah ke-81 GP Ansor dan Peresmian Masjid KH Abdurrahman Wahid di gedung GP Ansor, Jakarta, (Jumat, 24/4).

Dalam kesempatan itu, Nusron mengatakan bahwa Ansor dan NU ke depan harus terus bertransformasi dari organisasi tradisional menjadi semi modern tanpa kehilangan nilai-nilai yang dipegang selama ini. Dengan bertransformasi menjadi organisasi yang modern, maka umat NU dan Ansor yang jamaahnya cukup banyak akan lebih bisa menjadi kekuatan yang berperan besar dalam memberikan manfaat bagi kehidupan, khususnya masyarakat Indonesia.

Lebih lanjut, Nusron menyinggung soal kondisi di Arab Saudi dan Yaman yang saat ini porak poranda akibat konflik. Ia mengingatkan agar umat Islam Indonesia, khususnya NU dan Ansor untuk tidak terpancing pada upaya yang coba menarik-narik umat Islam Indonesia.

“Umat Islam Indonesia adalah Islam yang cinta damai. Tidak ada konflik di Arab dan Yaman itu dikaitkan dengan Sunni dan Syiah, itu murni konflik kekuasaan. GP Ansor tidak boleh, apalagi ditarik-tarik untuk mendukung perang. Apalagi kekerasan itu sama-sama orang Islam,” tukasnya.

Dalam acara tersebut, hadir istri almarhum Abdurrahman Wahid, Shinta Nuriyah dan putrinya Yenny Wahid, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siraj, dan beberapa tokoh NU. Shinta Nuriyah dan Said Aqil juga bersama-sama dengan Nusron menandatangani prasasti peresmian masjid. Hadir juga beberapa perwakilan dari perusahaan yang menjadi donatur pembangunan yang didirikan GP Ansor tersebut, seperti BNI dan Bank Mandiri.