Tarian Eksotis di GJS Tuai Banyak Kecaman

0
1,743 views
Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Gresik mengecam kegiatan yang menampilkan tarian eksotis di GJS. (Foto: Istimewa)
Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Gresik mengecam kegiatan yang menampilkan tarian eksotis di GJS. (Foto: Istimewa)

BeritaGresik.com – Kegiatan ulang tahun yang digelar Yamaha Vixian Club Indonesia (YVCI) Gresik di halaman Stadion Gelora Joko Samudro (GJS), pada Sabtu malam (22/10), menuai banyak kecaman dari berbagai elemen warga di Gresik.

Kecaman itu datang lantaran kegiatan tersebut menampilkan tarian eksotis (striptis, red) yang dikemas dalam konser musik. Bahkan sejumlah foto dan video acara yang diposting sejumlah netizen di Facebook kini menjadi viral.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik mengecam keras kegiatan tersebut, karena dinilai bertentangan dengan norma-norma agama. Apalagi, event iti diselenggarakan bersamaan dengan peringatan Hari Santri Nasional (HSN).

Ketua MUI Gresik KH Mansoer Sidiq menyesalkan figelarnya kegiatan itu. Dia menilai, pertunjukan seperti itu sangat tidak pantas di gelar di Kota Santri. Apalagi digelar di tempat umum yang dapat disaksikan oleh masyarakat luas.

“Padahal, selama ini hiburan malam dapat menimbulkan perbuatan maksiat telah dilarang oleh Pemkab Gresik, dengan Perda Anti Kemaksiatan. Bahkan, tempat karaoke saja ditutup,” ujarnya K Mansoer, Senin (24/10/2016).

Menurut dia, secara etika tarian yang ramai di media sosial itu sangat mencederai warga Gresik. Sebab, Gresik dikenal sebagai Kota Wali dan Kota Santri. Karena itu, MUI menekankan agar Perda benar-benar ditegakkan.

“MUI kini, masih berkoordinasi dengan jajaran Polres Gresik terkait kegiatan tersebut,” tandasnya.

Kecaman juga diasampaikan Angkatan Muda Muhammadiyah Gresik. Mereka mengeluarkan surat pernyataan, yang isinya mengecam segala bentuk kegiata yang menampilkan unsur pornografi dan unsur pornoaksi di tempat umum.

Angkatan Muda Muhammadiyah menilai, hiburan Sexy Dancer dan Lady Wash yang digelar di GJS bertentangan dengan adat istiadat, nilai-nilai budaya dan agama yang dianut oleh masyarakat Gresik.

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Gresik, Siswadi Aprilianto, kepada Netralitas, mengaku jika pihaknya tidak diberi penjelaskan secara rinci acara yang diadakan oleh YVCI di GJS.

“Permohonan izinnya ya izin acara ulang tahun komunitas motor. Kemudian ada hiburannya. Hanya itu saja yang disampaikan panitia kepada kami,” ujarnya.

Sementara itu, pihak YVCI Gresik melalui surat pernyataan yang ditandatangani Rizky Viliyant Ismaryono menyampaikan permohonan maafnya kepada seluruh warga Gresik atas penampilan sexsy dancer saat tampil di GJS. (wan)