Sebatang Kara, Mbah Karep Berjuang Melawan Kanker

0
984 views
Mbah Karep. (Foto: BG/Wan)
Mbah Karep. (Foto: BG/Wan)

BeritaGresik.com – Nama Mbah Karep mendadak jadi perbincangan hangat di kalangan warga Gresik belakangan ini, tidak terkecuali di media sosial. Hal itu karena derita yang dialami Mbah Karep.

Mbah Karep hidup sebatang kara dengan kondisi tempat tinggal yang jauh dari layak. Dia tinggal di Dusun Jatisari, Desa Mojowunu, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur.

Tak hanya itu, kondisi yang menghentak publik yakni terkait kesehatannya. Betdasarkan informasi yang dihimpun, Mbah Karep didiagnosa menderita kanker kulit sejak 1992 saat di bawa ke Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya.

(Foto: BG/Wan)
(Foto: BG/Wan)

Berawal dari benjolan kecil seperti tahi lalat di dekat hidung yang ia potong dengan alat seadanya, kini kanker kulit yang diderita Mbah Karep sudah menghilangkan hampir 50% wajahnya.

Derita yang dialami Mbah Karep tidak hanya sampai disitu. Tahun 1999, istri tercinta Mbah Karep meninggal dunia. Sejak saat itu, Mbah Karep harus hidup seorang diri karena tidak punya anak.

Mbah Karep diketahui memiliki dua orang saudara. Namun, saudaranya yang pertama meninggal dunia, lalu saudara yang kedua telah pindah ke Sumatera.

(Foto: BG/Wan)
(Foto: BG/Wan)

Pria lanjut usia itu sudah tiga tahun ini tinggal di gubuk kecil berukuran 3×3 yang berdiri di atas lahan masyarakat sekitar. Beruntung, masyarakat sekitar sangat peduli terhadap kondisinya.

Bahkan, tidak jarang warga bergantian membawakan makan untuk Mbah Karep. Setiap pagi bidan dan perawatnya berkunjung untuk mengganti perban yang menutupi luka di wajah Mbah.

Kondisi yang dialami Mbah Karep juga menyita perhatian Dinsos Jatim. Bahkan, Dinsos Jatim terus melakukan koordinasi dengan Dinsos Kabupaten Gresik agar Mbah Karep mendapatkan perawatan di RS.

Kemudian, pihak RSUD Ibnu Sina Gresik menjemput Mbah Karep pada 17 Juni 2016). Namun setelah mendapatkan perawatan, Mbah Karep dipulangkan lagi dengan alasan tidak butuh rawat inap.

Mendengar laporan itu, Dinsos Jatim langsung turun ke lapangan pada 18 Juni 2016. Dinsos Jatim menyalurkan bantuan dari Gubernur Jawa Timur berupa sembako, uang, selimut serta bingkisan lebaran.

Terkait permasalahan kesehatan Mbah Karep, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gresik, Rudy berjanji untuk berkoordinasi kembali dengan RSUD Ibnu Sina atau Bupati Gresik. (wan)