Ahli Waris Tutup Paksa Cafe Rolas di Kampung Kemasan

0
891 views
Ahli waris menutup paksa Cafe Rolas yang ada di salah satu bangunan cagar budaya di Kampung Kemasan, Gresik. (Foto: BG/Wan)
Ahli waris menutup paksa Cafe Rolas yang ada di salah satu bangunan cagar budaya di Kampung Kemasan, Gresik. (Foto: BG/Wan)

BeritaGresik.com – Pemilik Cafe Rolas terpaksa gigit jari lantaran usahanya yang memanfaatkan bangunan cagar budaya di Jalan Nyai Ageng Arem-Arem Komplek Kampung Kemasan Gresik nomor 9 harus berhenti di tengah jalan.

Cafe tersebut berhenti betoperasi setelah pemilik bangunan tersebut melakukan pengusiran. Pemilik bangunan cagar budaya tersebut mengaku tidak pernah memberikan persetujuan berdirinya cafe.

Pengusiran yang dilakukan keluarga Rustam Efendi (78), selaku ahli waris bangunan berlangsung lancar lantaran pemilik cafe sedang tidak ada di lokasi. Pemilik bangunan berencana memanggil pemilik cafe.

“Kami tidak pernah memberikan persetujuan terkait pendirian cafe di bangunan ini,” ujar Rustam Efendi, di lokasi kejadian, kemarin.

Menurut dia, pihaknya sudah puluhan tahun menjaga bangunan yang didirikan pada tahun 1879 tersebut agar utuh seperti aslinya. Karena itu, dirinya tidak rela bila bangunan dijadikan cafe seperti saat ini.

“Saya takut jika dijadikan cafe bangunan tersebut berubah bentuk dari sebelumnya,” ungkap dia.

Rustam mengaku baru menyadari jika bangunan miliknya berubah menjadi cafe setelah diberitahu teman dan tetangganya. Dan diketahui pemilik cafe tersebut menyewa dari saudaranya sendiri.

“Kami nanti panggil pemiliknya, yang jelas terkait kontrak sewa saya tidak tahu. Yang pasti, kami minta mereka pergi dari sini,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Casko Wibowo, salah satu ahli waris bangunan cagar budaya tersebut. Menurut dia, pihaknya mempersilahkan untuk memanfaatkan bangunan ini, asalkan tidak mengubah bentuk dari bangunan aslinya.

“Kalau dijadikan pusat foto cagar budaya kami tidak mempersoalkan,” kata dia.

Dia meminta kepada pemilik cafe agar segera meninggalkan bangunan tersebut. Selain itu, seluruh perabotan cafe juga harus dipindahkan dari lokasi karena dianggap mengubah bentuk bangunan.

“Seluruh perlengkapan kami minta segera dibawa pindahkan dari sini,” pungkasnya. (wan)