230 Kendaraan Terjaring Uji Emisi BLH Gresik

0
192 views
BLH Gresik meakukan uji emisi terhadap sejumlah kendaraan di halaman kantor bupati Gresik. (Foto: Kab.Gresik)
BLH Gresik meakukan uji emisi terhadap sejumlah kendaraan di halaman kantor bupati Gresik. (Foto: Kab.Gresik)

BeritaGresik.com – Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Gresik melakukan uji emisi terhadap kendaraan plat merah dan kendaraan pribadi di halaman Kantor Bupati Gresik, Selasa (24/5/2015). Sebanyak 230 kendaraan roda empat terjaring uji emisi yang digelar BLH kali ini.

Setiap kendaraan yang masuk areal halaman Kantor Bupati Gresik langsung dijaring masuk untuk diperiksa gas buangnya. Untuk kendaraan berbahan bakar bensin pembuatan 2007 keatas gas buang Carbondioksida (CO) angka maksimal 1,5 dan gas Hidrocarbon (HC) angka maksimal 200. Kendaraan pembuatan di bawah tahun 2007 angka maksimal CO 4,5 dan HC 1200.

Untuk kendaraan berbahan bakar solar tahun 2010, BLH membatasi gas buang opasitas maksimum 50. Sedangkan kendaraan dengan pembuatan  di bawah tahun 2010 nilai opasitas maksimum tak boleh lebih dari nilai 70.

“Kalau nilainya lebih dari ambang batas, maka kendaraan kami rekomendasikan untuk di perbaiki” ujar Suhartono dari BLH yang mendampingi petugas pemeriksa.

BLH menyiapkan ratusan surat rekomendasi perbaikan untuk kendaraan yang bernilai buruk. Surat rekomendasi perbaikan ini dikeluarkan oleh BLH Gresik untuk kendaraan yang tidak lolos uji.

“Kami rekomendasikan untuk perbaikan gratis, karena kami bekerja sama dengan salah satu perusahaan otomotif. Pemilik mobil hanya mengganti pembelian spare part sedangkan ongkos perbaikannya gratis” ungkap Kepala bidang Pengendalian Dampak Lingkungan BLH Gresik, Budi Raharjo.

Terkait pelaksanaan uji emisi, Kepala BLH Sumaeno melalui Kasubag Pemberitaan Driatmiko Herlambang menyatakan, pelaksanaannya di Kabupaten Gresik dilakukan setiap tahun. “Hal ini untuk menjaga kualitas udara di wilayah Kabupaten Gresik,” tuturnya.

Ke depan, pelaksanaan uji emisi ini tidak hanya setahun sekali. “Kalau bisa setahun dua kali atau lebih serta bisa menguji lebih banyak kendaraan. Sehingga gemanya bisa lebih bergaung di masyarakat,” pungkasnya. (as)