Gemasaba DIY Tolak Praktek Menyimpang LGBT

0
791 views
Ketua DPW Gemasaba DIY Abdul Khalid Boyan. (Foto: BG)
Ketua DPW Gemasaba DIY Abdul Khalid Boyan. (Foto: BG)

BeritaGresik.com – Gerakan Mahasiswa Satu Bangsa (Gemasaba) DPW DIY secara tegas menolak praktek menyimpang lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT). Kendati begitu, mereka meminta agar masyarakat tidak main hakim sendiri.

Penolakan itu disampaikan Ketua DPW Gemasaba DIY, Abdul Khalid Boyan, dalam acara diskusi bertajuk “LGBT Dalam Tinjauan HAM, Agama dan Kemanusiaan” di Hotel Satya Nugraha, Yogyakarta, Rabu (24/2/2016).

“Sebagai sayap kemahasiswaan PKB, DPW Gemasaba DIY menolak praktek LGBT di Indonesia. Hal itu sejalan dengan hasil Mukernas PKB yang merekomendasikan menolak praktek LGBT di Tanah Air,” tegas Khalid.

Diskusi bertajuk "LGBT Dalam Tinjauan HAM, Agama dan Kemanusiaan" di Hotel Satya Nugraha, Yogyakarta, Rabu (24/2/2016). (Foto:BG)
Diskusi bertajuk “LGBT Dalam Tinjauan HAM, Agama dan Kemanusiaan” di Hotel Satya Nugraha, Rabu (24/2/2016). (Foto:BG)

Dia menjelaskan, Gemasaba menolak perkawinan sejenis karena tidak sejalan dengan prinsip keagamaan dan ideologi agama manapun. Namun demikian, secara kemanusiaan Gemasaba tetap memberi ruang kepada kaum LGBT.

“Gemasaba mengajak masyarakat untuk berpikir terbuka, dan menolak cara berpikir ekstrim. Dimana di satu pihak menolak keras keberadaan LGBT, tapi di pihak lain ada kelompok yang terlalu longgar pada yang jelas menyimpang,” ucapnya.

Khalid menambahkan, Gemasaba mendukung langkah pengurus DPP PKB yang menerjunkan 1.000 kiai kampung untuk mencerdaskan umat dalam menangkal ideologi liberal dan radikal.

“Dengan tradisi lokal yang kuat mestinya masyarakat mampu meproteksi diri dan tak terpengaruh budaya luar. Dan masyarakat mestinya juga terbuka dan merhargai kelompok yang dinilai menyimpang ini dengan tidak main hakim sendiri,” imbuhnya. (as)