Penambangan Pasir Liar di Bawean Masih Terjadi

0
1,207 views
Penambangan pasir pantai liar di kawasan wisata Jhelat Lanjheng, Bawean. (Foto: BG/Abr)
Penambangan pasir pantai liar di kawasan wisata Jhelat Lanjheng, Bawean. (Foto: BG/Abr)

BeritaGresik.com – Keinginan Pemkab Gresik menjadikan Pulau Bawean sebagai daerah tujuan wisata ternyata tak dibarengi dengan upaya pelestarian lingkungan yang ada. Hingga kini masih terjadi penambangan pasir liar di sejumlah tempat, termasuk di kawasan wisata.

Tindakan penambangan liar yang dapat merusak keindahan alam Pulau Bawean itu salah satunya masih terjadi di kawasan wisata pantai Kuburan Panjang atau Jherat Lanjheng (Bahasa Bawean) di Desa Lebak Kecamatan Sangkapura.

Menurut salah seorang saksi mata yang tidak mau disebutkan identitasnya, pengerukan pasir di kawasan wisata Jherat Lanjheng biasanya dilakukan pada sore hari di saat sedang sepi pengunjung, sehingga selalu lolos dari pantauan petugas.

“Biasanya dilakukan sore hari menjelang mata hari terbenam dan tidak ada pengunjung,” terangnya kepada beritagresik.com, Senin (22/8/2016).

Dia mengaku pernah menyaksikan aktivitas penambangan pasir di kawasan itu saat akan menikmati pemandangan sunset di kawasan Jherat Lanjheng. Tak diduga, ada kegiatan pengambilan pasir yang diangkut menggunakan mobil bak terbuka.

“Itu kan kawasan wisata, semestinya ada pemetaan mana kawasan yang boleh diambil pasirnya dan mana yang tidak boleh,” imbuhnya.

Menanggapi hal itu, Camat Sangkapura Abd Adim berjanji akan melakukan pemantauan melalui kepala desa setempat. Sebab, sesuai kesepakatan Muspika Sangkapura, pengambilan pasir di kawasan pantai tidak diperbolehkan hingga radius 200 meter, apalagi di kawasan-kawasan daerah wisata.

“Saat ini posisi saya ada di Jawa, nanti akan saya kroscek dulu melalui kepala desa,” pungkasnya. (abr)