Baru Setahun, Jembatan Apung di Bawean Mulai Rusak

0
440 views
Kondisi jembatan apung di Pulau Bawean Gresik tanpak berkarat dan terkelupas. (Foto: BG/Abr)
Kondisi jembatan apung di Pulau Bawean Gresik tanpak berkarat dan terkelupas. (Foto: BG/Abr)

BeritaGresik.com – Baru genap berusia satu tahun sejak diresmikan November 2015 lalu, jembatan apung penyeberangan menuju Pulau Noko Gili, Bawean, Gresik sudah mulai keropos. Sebagian besi pijakan terlihat berkarat dan berlobang.

Pantauan BeritaGresik.com, Senin (21/11), kondisi bagian ujuang besi yang dijadikan pijakan sebelum naik ke perahu sudah ada yang lepas. Besi itu sengaja dibuang warga karena dinilai berbahaya bagi pengunjung.

Tak jauh beda dengan jembatan apung yang berada di Dusun Pamona Desa Sidogedungbatu, kondisi jembatan apung di Pulau Gili juga mengalami hal serupa. Lapisan bagian atas jembatan yang terdisi dari lapisan besi tanpak mengelupas.

Jembatan apung di Bawean. (Foto: BG/Abr)
Jembatan apung di Bawean. (Foto: BG/Abr)

Dikonfirmasi terkait kondisi jembatan apung di Pulau Bawean, Kepala UPT Dinas PU Bawean Moh Zen tak menampik jika pada beberapa bagian jembatan yang biasa dijadikan pelabuhan penyeberanhan itu sudah mulai berkarat dan mengelupas.

Untuk itu, Zen mengaku pihaknya sudah mengajukan anggaran ke Pemkab Gresik untuk perbaikan jembatan. Bahkan, dalam waktu yang tidak lama lagi, pengerjaan perbaikan jembatan apung sudai dimulai.

“Sudah diajukan perbaikan, insyaallah dua minggu lagi diganti dengan bahan stainles yang anti karat,” kata Zen kepada BeritaGresik.com, Selasa (22/11/2016).

Dermaga apung dan tambatan perahu di Pulau Gili dan Pamona Bawean dibangun sejak Apr 2015 dan rampung November 2015. Proyek pembangunan dermaga apung di Kecamatan Sangkapura Bawean ini menelan biaya sekitar Rp 4,2 miliar.

Anggaran pembangunan dialokasikan lewat APBD Kabupaten Gresik. Keberadaan dermaga apung ini memudahkan akses warga sekitar. Selain itu, jembatan apung menjadi pelabuhan bagi para wisatawan. (abr)