Banjir, Sawah di Bawean Terancam Gagal Tanam

0
1,547 views
Curah hujan tinggi membuat sawah-sawah milik warga di Pulau Bawean terendam air. (Foto: BG/Abr)
Curah hujan tinggi membuat sawah-sawah milik warga di Pulau Bawean terendam air. (Foto: BG/Abr)

BeritaGresik.com – Tingginya curah hujan di Pulau Bawean belakangan ini membuat para petani resah. Mereka khawatir tanaman padi miliknya yang baru ditanam satu bulan yang lalu rusak akibat terlalu lama tergenang air.

Pantauan BeritaGresik.com di Dusun Paginda, Desa Sukaoneng, Kecamatan Tambak, air berwarna cokelat merendam sawah-sawah warga. Mahfud (55) bercerita jika sawah-sawah miliknya terancam gagal tanam akibat terendam air.

“Saya tidak tahu apakah padi-padi saya ini bisa selamat atau tidak, banyak yang roboh akibat terendam air,” ungkap Mahfud saat ditemui repoter Berita Gresik di Bawean, Kabupaten Gresik, Senin (22/2/2016).

(Foto: BG/Abr)
(Foto: BG/Abr)

Terpisah, Kepala UPT Dinas Pertanian dan Perkebunan Kecamatan Tambak Lailatul Mukarromah menuturkan, air yang meluap hingga ke sawah milik warga karena faktor alam. Selain itu, banjir yang menggenangi sawah juga disebabkan irigasi yang kurang bagus.

Menurut dia, banyak saluran irigasi yang dipenuhi oleh sampah dan pepohonan, sehingga membuat aliran air terhambat. Akibatnya, volume air yang cukup tinggi meluap hingga kemudian menggenangi areal pertanian atau sawah-sawah milik warga.

“Ini memang karena faktor alam, tetapi kalau kita perhatikan juga karena disebabkan irigasi yang kurang bagus, saluran air banyak terhalang pohon-pohon sehingga air berbelok ke areal sawah,” terang Mukarromah.

Untuk itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan desa-desa yang ada di Bawean dan pihak Kecamatan Tambak maupun Kecamatan Sangkapura, agar ke depan mau mengalokasikan anggaran untuk perbaikan sarana irigasi di desa masing-masing.

Mukarromah juga berjanji pihaknya akan mengajukan bantuan bibit padi ke Dinas Pertanian sekiranya ada petani yang gagal tanam akibat tingginya curah hujan. Namun, dia berharap seluruh tanaman padi milik warga selamat.

“Kita do’akan saja semoga tanaman padi petani kita semuanya selamat. Kalau sampai ada petani yang gagal tanam atau panen, nanti saya akan laporkan ke dinas untuk dapat bantuan, biasanya berupa bibit padi,” ucapnya.

Wanita yang akrab disapa Erma ini juga berharap agar ke depan cuaca semakin bersahabat dengan petani. Sebab, kata dia, jika air hujan meluap disaat padi sudah mengandung dan berbulir maka petani di Bawean akan terancam gagal panen.

“Tapi kelihatannya nanti padi ini akan tumbuh lagi, kecuali kalau padi sudah mengandung dan berbulir mereka bisa gagal panen,” pungkas Mukarromah. (abr)