Dinsos Gresik Tertibkan Rumah Panti Tanpa Izin

0
666 views
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gresik, Sutaji Rudy. (Foto: BG/Wan)
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gresik, Sutaji Rudy. (Foto: BG/Wan)

BeritaGresik.com РDinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gresik kian menunjukkan keseriusannya dalam menertibkan  rumah panti yang tidak memiliki izin. Salah satu panti yang ditertibkan yakni panti rehabilitasi Hati Bapa Peduli.

Panti yang berlokasi di Perumahan Ready Kota Damai, Kecamatan Kedamaian, Kabupaten Gresik, itu ditertibkan secara paksa. Dinsos bersama anggota Satpol PP mengevakuasi 15 penghuni panti yang berstatus orang dengan gangguan jiwa.

Selain tidak mengantongi izin, rumah panti rehabilitasi orang gila ‘Hati Bapa Peduli’ juga dinilai kerap mengganggu ketenangan warga setempat. “Panti itu sudah ada di Kota Damai sejak dua tahun lalu. Tapi tak pernah permisi dengan warga sama sekali,” ujar Jeni Mamik, warga Perumahan Kota Damai.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gresik, Sutaji Rudy, mengatakan pihaknya sudah mengingatkan panti tersebut agar mengurus ijin. Namun teguran itu tidak diindahkan oleh pemiliknya, hingga masyarakat sempat mendatangi kantor Dinsos untuk menindaklanjutinya.

“Panti berizin Kemenkumham, yaitu Nomor AHU-7751 AH. 01. 04 Tahun 2013 dan berada di bawah naungan Yayasan Obot Kasih Talan Kollo. Kendati demikian, pendirian panti itu tidak ada izin atau pemberitahuan ke pemerintah daerah. Panti ini tanpa tenaga medis untuk rehabilitasi, itu kan penyiksaan,” terang Rudy, Senin (21/12/2015).

Dia menambahkan, dari 15 penghuni berstatus gangguan jiwa tujuh di antaranya telah dikembalikan ke pihak keluarganya. Sedangkan empat lainnya di bawa ke panti rehabilitasi yang ada di Kabupaten Sidoarjo. Lalu sisanys masih menunggu keluarganya yang siap membawa pulang kembali.

“Evakuasi tidak tanpa alasan, kita juga sudah melakukan koordinasi dengan pihak terkait. Dalam rapat tersebut setuju mengevakuasi para penghuni. Dan juga melanggar Undang-Undang No 18 tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa, ditujukan untuk menjamin setiap orang agar dapat mencapai kualitas hidup yang baik,” pungkasnya. (wan)