Suasana Gresik Dipastikan Kondusif Pascapenetapan UMK

0
632 views
Buruh Gresik menuntut kenaikan upah minimum kota/kabupaten (UMK) 2016 (Foto: beritagresik.com)
Buruh Gresik menuntut kenaikan upah minimum kota/kabupaten (UMK) 2016 (Foto: BG/MN)

BeritaGresik.com – Penjabat Bupati Gresik Akmal Budianto memastikan suasana di wilayah Gresik tetap kondusif pascapenetapan upah minimum kabupaten/kota (UMK) yang ditetapkan berdasarkan Peraturan Gubernur Jatim No 68/2015.

Menurut dia, keputusan terkait penetapan UMK yang mulai berlaku per 1 Januari 2016 mendatang itu sudah sesuai dengan aturan yang ada. Karena itu, Akmal meminta semua pihak termasuk para buruh agar menghargai keputusan itu.

“Pemprov Jatim mengambil keputusan berdasarkan pemerintah pusat, dan semua aturan juga sudah jelas. Silahkan yang tidak puas untuk demo, dan saya yakin suasana tetap kondusif,” kata Akmal di Gresik, Jawa Timur, Sabtu (21/11/2015).

Seperti diketahui, sebelumnya Gubernur Jawa Timur Soekarwo pada Sabtu (21/11) dini hari resmi menetapkan nilai upah minimum kabupaten/kota (UMK) untuk 38 kabupaten/kota yang berlaku per 1 Januari 2016.

Peresmian besaran nilainya tertuang melalui Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 68 Tahun 2015 tentang Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) di Jawa Timur Tahun 2016 tertanggal 20 November 2015.

UMK tertinggi adalah Kota Surabaya sebesar Rp3.045.000, diikuti Kabupaten Gresik Rp3.042.500, Kabupaten Sidoarjo Rp3.040.000 Kabupaten Pasuruan Rp3.037.500, serta Kabupaten Mojokerto Rp3.030.000. [ant/zr]