Nelayan Bawean Keluhkan Maraknya Praktik ‘Masker’

0
686 views
Perahu nelayan Bawean (Foto: BG/AS)
Perahu nelayan Bawean (Foto: BG/AS)

BeritaGresik.com – Maraknya praktik mengambil ikan dengan cara menyelam ke dasar laut menggunakan alat kompresor atau “masker” mulai dikeluhkan nelayan Bawean. Tindakan itu dianggap telah merusak ekosistem laut.

Salah seorang nelayan asal Desa Telukjatidawang yang enggan disebutkan namanya mengatakan, praktik masker di Bawean kian merajalela. Kondisi ini menyebabkan rusaknya ekosistem atau biota laut di kawasan perairan Pulau Bawean, sehingga pendapatan nelayan pun menurun drastis.

Menurut dia, praktik masker sangat merugikan nelayan Bawean yang hingga kini masih menggunakan alat tangkap tradisional. Praktik masker yang diduga menggunakan ‘potas’ atau bahan mematikan lainnya ini menyebabkan ikan dan jenis biota laut lainnya semakin sulit ditemukan.

“Nelayan Bawean tidak setuju dengan praktik masker karena hanya menguntungkan segelintir orang saja. Sementara dampak kerusakan ekosistem laut akibat praktik masker ini dirasakan oleh seluruh nelayan Bawean,” ujarnya kepada BeritaGresik.com di Bawean, Sabtu (21/11/2015).

Lebih lanjut dia mengungkapkan, semula mereka beralibi hanya mengambil tripang, tapi pada praktiknya semua biota laut diambil. Sebagian besar para masker ini dikatkan beroperasi di Desa Kepuh, Pamona, Gili, Kumalasa. Serta di Desa Gelam, Kecamatan Tambak.

“Kesulitan mencari ikan di laut mulai sangat dirasakan nelayan bawean sejak maraknya praktik masker ini. Semula mereka beralibi hanya mengambil tripang, tapi pada praktiknya semua biota laut mereka ambil, termasuk ikan dan udang laut,” pungkasnya. [abr]