Kesadaran Berlalu Lintas Warga Bawean Rendah

0
503 views
Kondisi jalanan di sekitar Alun alun Sangkapura Bawean Gresik. (Foto: Wajah Bawean)
Kondisi jalanan di sekitar Alun alun Sangkapura Bawean Gresik. (Foto: Wajah Bawean)

BeritaGresik.com – UPT Dinas Perhubungan (Dishub) Pulau Bawean menilai, kesadaran masyarakat terhadap lalu lintas masih rendah. Padahal, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas sangat penting untuk keselamatan diri.

Hal itu disampaikan salah satu petugas UPT Dishub Bawean, Taufiqurrahman, kepada BeritaGresik.com, Senin (20/6/2016). Menurut dia, masyarakat atau pengendara hanya patuh terhadap lalu lintas saat ada petugas saja.

Penilaian itu mengacu pada pengaturan lalu lintas yang diberlakukan di Alun Alun Kecamatam Sangkapura. Taufiq mengaku sudah lama dirinya menjaga lalu lintas di sekitar alun alun, namun tetap saja banyak yang melanggar.

“Kita sudah tiga bulan jaga di sini, namun tidak ada hasilnya. Masyarakat hanya akan patuh lalu lintas kalau ada petugas saja,” kata Tayfiq.

Menurut dia, seharusnya masyarakat menyadari akan pentingnya lalu lintas bagi keselamatan jiwa mereka sendiri. Dengan begitu, tanpa ada petugas pun akan tetap mematuhi lalu lintas yang ada.

“Harusnya satu bulan saya kira cukup untuk sosialisasi tentang rambu lintas ini kalau masyarakat memiliki kesadaran tinggi. Saya yakin walaupun tanpa petugas tetap akan patuh pada lalu lintas,” ujarnya.

Tidak adanya aturan dan penegakan aturan diduga sebagai salah satu faktor minimnya kepatuhan terhadap lalu lintas. Dia berharap bantuan kepolisian khususnya Satlantas untuk membantu pihaknya menyelesaikan persoalan ini

“Yang jadi alasan minimnya lepatuhan lalu lintas salah satunya gak ada aturan dan penindakan terhadap masyarakat yang melanggar. Dan yang berhak akan hal ini kepolisian, jadi ya kita berharap bantuan dari mereka,” harapnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala UPT Dinas Perhubungan Bawean Lutfil Manar. Dia mengakui apa yang disampaikan anggotanya bahwa kondisi di lapangan masih seperti itu.

“Iya memang begitulah, kita sudah tiga bulan memasang rambu, kita arahkan masyarakat. Namun, kalau sudah tidak ada petugas masyarakat sudah belok kanan dan kiri,” imbuhnya. (gfr)