Penumpang Asal Bawean Keluhkan Pelayanan Petugas Pelni

0
746 views
Pemeriksaan tiket calon penumpang asal Bawean di Pelabuhan Penumpang Tanjung Perak, Surabaya, Sabtu (19/12/2015) malam). (Foto: BG/Zr)
Pemeriksaan tiket calon penumpang asal Bawean di terminal Penumpang Tanjung Perak, Surabaya, Sabtu (19/12/2015) malam). (Foto: BG/Zr)

BeritaGresik.com – Sejumlah warga asal Bawean memilih menumpang kapal Pelni KM Leuser tujuan Surabaya-Kalimantan, setelah sempat tertahan beberapa hari di Gresik karena tidak ada kapal yang beroperasi akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi yang terjadi di laut Jawa.

Pantauan reporter beritagresik.com di lapangan, Sabtu (19/12/2015) malam, tanpak sejumlah warga asal Pulau Bawean yang didominasi oleh kalangan pelajar dan santri memadati terminal penumpang di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Sistem pelayanan yang sedikit berbeda dari pelayanan petugas tiket di Pelabuhan Gresik sempat membuat sejumlah penumpang bingung. Pasalnya, beberapa di antara calon penumpang tidak memiliki identitas pengenal, khusunya pelajar dan santri.

(Foto: BG/Zr)
(Foto: BG/Zr)

Mereka mengeluhkan sistem pelayanan petugas pemeriksa tiket yang mengarahkan calon penumpang yang tidak membawa kartu tanda penduduk (KTP) atau namanya tidak sesuai KTP ke loket khusus yang dijaga seorang petugas berpakaian militer.

Oleh petugas, mereka yang namanya tak sesuai KTP mengaku diminta uang tambahan meski tidak mematok besaran nominal. “Banyak yang keluhkan kebijakan tersebut,” kata salah seorang calon penumpang yang tak mau disebutkan namanya. (zr)