Ratusan Warga Kepatihan Geruduk Kantor BPN Gresik

0
1,824 views
Ratusan warga Kepatihan berunjuk rasa di kantor ATR/BPN Gresik. (Foto: BG/Wan)
Ratusan warga Kepatihan berunjuk rasa di kantor ATR/BPN Gresik. (Foto: BG/Wan)

BeritaGresik.comĀ – Ratusan warga dari Dusun Ngasinan, Desa Kepatihan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, mendatangi kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Gresik, Kamis (20/10/2016).

Mereka menolak adanya permohonan pembuatan sertifikat tanah kas desa (TKD) yang diduga dilakukan H Abdul Muin atau Abd Muin atau Abdul Muin M selaku mantan kepala desa Kepatihan.

Warga nekat berunjuk rasa ke kantor BPN Kabupaten Gresik karena mengetahui mantan kepala desa akan membuatkan sertifikat TKD seluas 390 meter persegi di tepi Jl Raya Desa Kepatihan.

(Foto: BG/Wan)
(Foto: BG/Wan)

“Kami baru saja mengetahuinya dan warga meminta agar pengajuan sertifikat TKD dibatalkan BPN,” kata Zainudin, Kepala Dusun Ngasinan, Desa Kepatihan, Kecamatan Menganti.

Padahal, sebelum berangkat ke kantor BPN Kabupaten Gresik, warga sudah dimediasi BPN di Balai Desa Kepatihan, tetapi tidak membuahkan hasil.

Warga tetap mendesak kepada BPN agar menolak pengajuan sertifikat tanah atas nama H Abdul Muin atau Abd Muin atau Abdul Muin M.

Saat ini di atas tanah tersebut terdapat bangunan toko yang disewakan untuk kas Dusun Ngasinan, Desa Kepatihan, Kecamatan Kepatihan.

Asep Heri Humas BPN Gresik sekaligus Kepala Seksi Hak Tanah dan Pendaftaran Tanah mengatakan, sampai saat ini belum ada pengajuan sertifikat tanah atas nama H Abdul Muin atau Abd Muin atau Abdul Muin M.

“Kami tetap akan teliti dan hati-hati jika ada pengajuan tanah TKD. Sampai saat ini belum ada pengajuan atas nama H Abdul Muin atau Abd Muin atau Abdul Muin M,” kata Asep usai menemui perwakilan pengunjuk rasa.

Tidak puas berunjuk rasa di kantor BPN Kabupaten Gresik, ratusan warga pun mendatangi kantor DPRD Gresik dan menyampaikan isi tuntutannya. (wan)