Parkir Pasar Kota Gresik Diduga Jadi Ajang Pungli

0
2,380 views
Kendaraan para pengunjung Pasar Baru Kota Gresik terlihat diparkir di badan jalan raya. (Foto: BG/Wan)
Kendaraan para pengunjung Pasar Baru Kota Gresik terlihat diparkir di badan jalan raya. (Foto: BG/Wan)

BeritaGresik.com – Retribusi parkir di Pasar Baru Kota Gresik diduga menjadi ajang praktik pungutan liar (pungli). Tak jarang pengunjung pasar ditarik biaya parkir kendaraan di luar ketentuan yang telah ditetapkan oleh Pemkab Gresik.

Pungli parkir kendaraan bermotor ini diduga melibatkan petugas parkir. Pantauan BeritaGresik.com dilapangan, Kamis (20/10/2016), juru parkir (jukir) memungut retribusi parkir yang tidak sesuai tarif karcis yang diberikan.

Sampai saat ini, pasar Gresik belum memiliki lahan parkir sendiri, sehingga lahan parkir kendaraan pengunjung pasar memakan badan jalan. Tak tanggung-tanggung, separuh Jalan Samanhudi oleh dikuasai tukang parkir.

Sesuai dengan karcis yang diberikan juru parkir, yang mengacu pada Perda Kabupaten Gresik Nomor 16 tahun 2012 tentang Parkir, bahwa tarif retribusi parkir sepeda motor sebesar Rp 1000.

Namun, faktanya juru parkir memungut Rp 2.000 kepada setiap pengunjung pasar yang memarkir sepeda motor. Angka nominal pada karcis parkir ditutup dengan stempel, sehingga harga aslinya tidak begitu kelihatan.

Tak hanya itu, juru parkir juga mengaku terpaksa menggunakan kembali karcis parkir dan tidak merobeknya, lantaran stok yang diberikan tidak cukup, yaitu hanya tiga bendel selama seminggu.

Akibatnya, uang yang ditarik dari kartu parkir kadaluarsa atau bekas. Dengan begitu, uang parkir tidak masuk sebagai pendapatan daerah, melainkan masuk ke kantong pribadi juru parkir. (wan)