BNNK Gresik Latih Puluhan Pegiat Anti Narkoba

0
846 views
BNNK Gresik latih puluhan pegiat anti narkoba. (Foto: BG/Wan)
BNNK Gresik latih puluhan pegiat anti narkoba dari tiga kecamatan di Gresik. (Foto: BG/Wan)

BeritaGresik.com – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gresik terus berupaya untuk mengurangi dan meminimalisir peredaran narkoba. Upaya itu salah satunya dengan mengadakan Training of Trainer (TOT).

Kegiatan yang diikuti puluhan peserta dari tiga kecamatan di wilayah Gresik ini juga bagian dari upaya BNNK dalam mencegah barang haram itu di kalangan pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA).

Puluhan peserta tersebut terdiri dari penggiat anti narkoba perwakilan dari Kecamatan Gresik, Kecamatan Kebomas dan Kecamatan Manyar.

Selain training, BNNK Gresik juga memberikan buku pintar kepada lembaga sekolah SMA Negeri 1 Manyar. Kemudian dengan acak, sebanyak 6 siswa mengikuti tes urine untuk memastikan mereka bebas dari narkoba.

Kepala BNNK Gresik AKBP Agustianto mengatakan, semua peserta merupakan penggiat anti narkoba dan masyarakat di wilayah Gresik. Hal Ini dilakukan untuk mengantisipasi bahaya narkoba yang semakin meresahkan masyarakat.

Peserta TOT dibekali materi informasi narkoba, pola pencegahan narkotika, serta cara mereka menyampaikan materi tersebut kepada masyarakat lain di lingkungannya masing-masing.

“Masyarakat yang belum dapat pengetahuan dan pembinaan bahaya narkotika. Nah, mereka ini lah yang memberikan penyuluhan agar tidak terlibat penyalahgunaan narkoba,” ujar Agustianto, Senin (19/9/2016).

Dengan bekal pengetahuan, masyarakat diharapkan bisa menyampaikan misi BNN agar mareka tidak terlibat narkoba. Paling tidak lingkungan tempat tinggal dan kerjanya terbebas dari pengaruh narkoba.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan dan memantapkan pemahaman peran dan fungsi para Penggiat anti narkoba di lingkungan pendidikan terhadap program-program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

“Kami berharap, dari kegiatan ini, hendaknya dilaksanakan secara berkesinambungan agar seluruh lapisan masyarakat mendapatkan pelatihan.

“Adapun bagi pelajar (SMAN1 Manyar) diharapkan dapat menyerap materi pencegahan peredaran narkoba di lingkungan sekitar dirinya,  tentunya melalui materi yang telah kita berikan lewat buku pintar, “pungkasnya.

Senada disampaikan pembina kesiswaan SMAN1 Manyar, Mustofa. Dia mengatakan, pemberian buku pintar merupakan langkah positif. Sebab kebanyakan siswa belum sepenuhnya mengetahui bahaya dan jenis narkoba.

“Siswa semakin mengetahui bahaya narkoba, mereka selama ini hanya tahu lewat media saja. Dengan buku pintar ini, kita akan masukkan lewat pelajaran materi Penjaskes,” pungkas Mustofa.(wan)