Kasus Perceraian di Jatim Capai 100 Ribu

0
1,477 views

BeritaGresik.com – Angka perceraian di Jawa Timur (Jatim) pada 2015 mencapai 100.000 kasus dengan perbandingan 20%  dari angka perkawinan dan sisanya disebabkan beragam faktor.

“Dari data Pengadilan Agama Jatim, angka perceraian memang terus meningkat setiap tahunnya,” kata Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf, saat menghadiri Kongres I Asosiasi Pusat Studi Wanita/Gender Indonesia (ASWGI) di Surabaya, Kamis (20/8).

Pada 2010, jumlah perceraian mencapai 69.956 kasus, tahun 2011 meningkat sebesar 6% menjadi 74.777 kasus, pada tahun 2012 meningkat lagi sebesar 14% menjadi 81.672 kasus perceraian, dan sekarang mencapai 100.000 kasus.

Menurut Saifullah data tersebut diambil dari data yang mengajukan cerai di Jatim. Sedangkan untuk perkara yang nantinya akan disetujui atau tidak, maka diserahkan sepenuhnya kepada pengadilan untuk memutuskannya.

“Perceraian di Jatim memang mengalami peningkatan yang sangat tinggi dan dialami paling banyak oleh profesi guru, karena dilatarbelakangi banyak faktor, diantaranya adalah masalah ekonomi maupun hubungan pasutri yang tidak harmonis sekitar 33%,” ujarnya.

Dia mengungkapkan ketidakcocokan atau ketidakharmonisan antara pasangan suami istri menjadi penyebab utamanya, kemudian faktor ekonomi dimana suami tidak lagi menafkahi istri dan keluarganya, serta suami tidak bertanggung jawab lagi dengan istri dan keluarganya.

“Perceraian yang terjadi akan membawa dampak buruk pada anak-anak termasuk masalah psikologis, sehingga diharapkan agar para orang tua menjaga hubungan suami istri yang berlandaskan sakinah, mawaddah, wa rahmah,” jelasnya. [ant/as]