Cegah Praktik Calo, Tiket Penumpang Kapal Harus Sesuai Identitas

0
501 views

BeritaGresik.com – Petugas memeriksa tiket dan identitas setiap calon penumpang kapal penyeberangan tujuan Gresik- Bawean di Pelabuhan Gresik, Jawa Timur, Sabtu (20/6).

Calon penumpang kapal yang akan berlayar ke Bawean dari Pelabuhan Gresik diharuskan menunjukkan identitas diri seperti kartu tanda penduduk (KTP) atau kartu identitas lain seperti surat izin mengemudi (SIM).

Tindakan tersebut diputuskan oleh Badan Pembina Transportasi Daerah (BPTD) Gresik untuk menghindari praktik calo tiket kapal yang dianggap sangat merugikian calon penumpang.

Dugaan terjadinya praktik calo tiket kapal laut dari Gresik menuju Bawean memang menjadi sorotan warga Bawean belakangan ini, khususnya mereka yang hendak lebaran di kampung halaman.

Bahkan, tidak sedikit di antara para calon penumpang kapal yang mengaku pernah ditawari tiket kapal penyeberangan itu dengan harga yang cukup mahal, yakni Rp 300.000-500.000 per orang.

Ika misalnya (nama samaran), salah seorang calon penumpang asal Bawean, kepada BeritaGresik.com mengaku kesulitan untuk memperoleh tiket kapal. Padahal, dia harus segera pulang ke Pulau Bawean.

Dia mengaku sudah mencari tiket kapal ke loket yang terdapat di Pelabuhan Gresik. Saat itu pula dirinya justru mendapatkan tawaran tiket kapal yang dijual seharga Rp 500.000 per  satu tiket.

“Saya dibantu oleh bibik sudah mencari tiket ke pelabuhan Gresik, tapi di sana malah ditawari tiket dengan harga cukup mahal. Satu tiket bisa mencapai Rp 500.000,” kata dia awal pekan lalu.

Karena itu, kebijakan Badan Pembina Transportasi Daerah Gresik melakukan pemeriksaan tiket kapal sesuai indentitas calon penumpang diharapkan dapat memutus mata rantai praktik calo tiket kapal rute Gresik-Bawean. [wan]