BCW Persoalkan Tambang Liar di Bawean

0
364 views
Sosialisasi percepatan pelayanan perizinan yang figelar BPMP Gresik di Pulau Bawean, Kamis (19/5/2016) malam. (Foto: BG/Abr)
Sosialisasi percepatan pelayanan perizinan yang digelar BPMP Gresik di Kecamatan Tambak, Kamis (19/5/2016) malam. (Foto: BG/Abr)

BeritaGresik.com – Maraknya tambang liar galian C di Pulau Bawean membuat sejumlah kalangan mulai geram. Tindakan itu dinilai berdampak buruk bagi lingkungan yang ada di Pulau Putri.

Kekesalan itu dilontarkan Direktur LSM Bawean Corruption Watch (BCW), Dari Nazar, ketika hadir di forum sosialisasi pelayanan perizinan BPMP di Pendopo Kecamatan Tambak, Kamis (19/5/2015) malam.

Dikesempatan itu, dia mempertanyakan pihak yang punya kewenangan untuk melarang atas tambang-tambang liar tak berizin yang ada di Bawean seperti tambang batu, tanah dan pasir yang semakin marak.

Hal itu, terang Nazar, perlu diluruskan mengingat eksploitasi lingkungan dengan melakukan penambangan secara liar di Bawean lambat laun akan berdampak pada kerusakan lingkungan.

Tidakan itu dipandang bertolak belakang dengan upaya masyarakat beserta pemerintah yang belakangan mulai gencar mempromosikan Bawean sebagai tujuan wisata.

Menanggapi hal itu, Kepala bidang Pelayanan Badan Penanaman Modal dan Perizinan (BPMP kabupaten Gresik CHandra Utama menjelaskan, perizinan galian C bukan domain BPMP Kabupaten, melainkan kewenangan Provinsi Jawa Timur.

“Untuk galian C bukan domain BPMP Kabupaten Gresik, tapi kewenangan pihak provinsi,” jelasnya.

Menurut Chandra, pihaknya hanya punya kewenangan untuk memberikan izin, bukan pelarangan. Menyangkut praktik maraknya tambang liar, mestinya itu ditertibkan oleh Satpol PP.

“Yang melakukan pelarangan dan pengawalan atas kebijakan pemerintah biasanya Satpol PP, BPMP tugasnya bagian memberikan izin, tentunya setelah proses analisis semuanya,” pungkas Chandra. (abr)