Soal Rembang: Saksi Ahli Objektif Sebaiknya Dihormati Bukan Dihujat

0
333 views

YOGYAKARTA, BeritaGresik.com – Partisipasi dua orang Dosen Universitas Gadjah Mada (UGM) menjadi saksi ahli dalam sidang gugatan terhadap izin Lingkungan Kegiatan Penambangan dan Pembangunan Pabrik Semen oleh PT Semen Gresik (Persero) Tbk di Kabupaten Rembang mendapat ketidaksukaan oleh segelintir ibu-ibu yang terorganisir. Beberapa ibu-ibu yang tampak terorganisir membuat aksi demonstrasi ketidaksetujuannya ke kampus UGM di Yogyakarta, Jumat (20/3).

Dalam orasinya, ibu-ibu tersebut mengaku resah atas kesaksian dua dosen UGM, yakni Eko Haryono dan Heru Hendrayana, dalam sidang di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang. Inti kesaksian keduanya menyatakan kawasan Rembang merupakan daerah karst muda dan bisa ditambang. Segelintir demonstran yang terlihat terorganisir tersebut mengklaim keterangan dua saksi ahli (pakar) tersebut telah mengkhianati rakyat.

Setelah berorasi, para demonstran itu diterima Wakil Rektor UGM Bidang Kerjasama dan Alumni Paripurna Sugarda. Kepada BUMNNews.co, Paripurna meminta semua pihak untuk menanggapi persoalan ini dengan tenang dan kepala dingin. UGM juga menilai, kedua dosen UGM memberikan penilaian bukan tanpa dasar, melainkan kesaksiannya berdasarkan keahlian (kepakaran) yang melihat hal tersebut secara mendalam, objektif, sesuai kompetensinya.

“Kesaksiannya sesuai dengan kompetensi pengetahuan dan keilmuan mereka,” kata Paripurna.

Meskidemikian, Paripurna juga menyampaikan apabila secara institusi, UGM belum mengambil sikap atas tudingan para demonstran kepada kedua dosen tersebut.

Lebih jauh, Paripurna mengatakan tidak mudah untuk menyebut kesaksian seorang dosen dalam sebuah persidangan itu sebagai bentuk pengkhianatan kepada rakyat. Apalagi bila semata hanya karena kesaksian dua pakar tersebut dinilai tidak menguntungkan kepentingan segelintir demonstran yang terorganisir.

Karena sebagai saksi ahli, seorang pakar dituntut untuk objektif. Bukan sekedar memenuhi hasyrat beberapa demonstran yang menolak karena kepentingan tertentu. Oleh karena itu, saksi ahli saat menjadi saksi di pengadilan harus menyampaikan informasi dengan jujur dan benar. Untuk memastikannya, orang tersebut harus disumpah terlebih dahulu. Paripurna berharap ada penilaian yang menyeluruh untuk memastikan kebenaran dan kejujuran atas kesaksian tersebut.

“Tidak semata karena bertentangan dengan salah satu pihak lantas kesaksian tersebut disebut berkhianat,” kata Paripurna.

Secara prosedur, Paripurna mengatakan kehadiran Heru dan Eko dalam persidangan diposisikan sebagai saksi ahli sudah benar. Ada surat permohonan agar mereka menjadi saksi ahli ke Fakultas masing-masing dan fakultas memberikan persetujuan.

“Keduanya sudah dapat izin resmi,” kata Paripurna, seraya berharap kejadian ini bisa menjadi pelajaran bersama.

Heru Hendrayana adalah ahli hidrogeologi dan dosen Fakultas Teknik UGM. Sedangkan Eko Haryono adalah ahli geomorfologi karst dan dosen Fakultas Geografi UGM. Keduanya menjadi saksi ahli bagi tergugat kasus ini yaitu Gubernur Jawa Tengah dan PT Semen Indonesia Tbk. Keduanya bersaksi dalam persidangan di PTUN Semarang, Kamis (19/3).