Pengembangan Bandara Bawean Butuh 13 Hektar Lahan Tambahan

0
1,763 views
Wagub Jatim Gus Ipul bersama Wabup Gresik Moh. Qosim saat meninjau Bandara Bawean, Selasa (18/10/2016). (Foto: BG/Abr)
Wagub Jatim Gus Ipul bersama Wabup Gresik Moh. Qosim saat meninjau Bandara Bawean, Selasa (18/10/2016). (Foto: BG/Abr)

BeritaGresik.com – Upaya pembebasan lahan untuk pengembangan bandara di Pulau Bawean terus dilakukan Pemkab Gresik agar bisa dilalui oleh pesawat berukuran lebih besar. Untuk itu, maka dibutuhkan lahan tambahan 13 hektar.

Wakil Bupati (Wabup) Gresik Moh Qosim mengatakan, akhir 2016 ini pihaknya sudah menyiapkan anggaran untuk pembebasan lahan di Bandara Harun Thohir di Pulau Bawean seluas 5 hektar.

Namun, pemerintah pusat ingin adanya penambahan pembebasan lahan seluas 13 hektar, sehingga Pemkab Gresik harus menganggarkan kembali. Pembebasan lahan untuk perpanjangan landasan pacu inu ditargetkan bakal selesai 2017.

“Akhir tahun ini pembebasan lahan seluas 5 hektar sudah kami siapkan. Kami sudah melakukan pendekatan kepada pemilik lahan, tak ada masalah,” kata Wabup saat mendampingi Wagub Jatim Saifullah Yusuf di Bandara Bawean, Selasa (18/10/3016).

Di tempat yang sama, Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf menilai, untuk memajukan Pulau Bawean salah satu yang perlu diperhatikan adalah pembangunan sarana transportasi, baik sarana transportasi laut maupun udara.

Milihat kondisi lapter yang ada saat ini, pria yang skrab disapa Gus Ipul itu menganggap perlu segera dilakukan perpanjangan landasan pacu agar bisa dilandasi oleh pesawat jenis ATR dengan berkapasitas lebih banyak.

“Kalau landasan bisa sampai 1400 meter kan sudah bisa dilalui pesawat jenis ATR, saat ini landasannya hanya 900 meter, hanya bisa dilandasi pesawat jenis twin otter kapastias hanya 13 orang,” ucapnya.

Gus Ipul mengungkapkan, saat ini Pemprov Jatim sudah mengalokasikan anggaran untuk perpanjangan runway bandara Bawean. Pihaknya ingin kontruksi perpanjangan landasan pacu lapter Bawean rampung 2017 mendatang.

Hanya saja, pihak Pemprov Jatim masih menunggu upaya pemerintah Kabupaten Gresik melakukan eksekusi pembebasan lahan milik warga setempat.

“Anggarannya sebenarnya tahun ini sudah ada, tapi masih nyampur dengan yang lain. Menunggu kesiapan pemkab Gresik,” pungkasnya. (abr)