Ada 181 Hektar Kawasan Pemukiman Kumuh di Gresik

0
957 views
Sekda Gresik Djoko Sulistio Hadi saat membuka sosialisasi Program Kota tanpa Kumuh (Kotaku) Kabupaten Gresik tahun 2016 di Ruang Mandala Bakti Praja, Selasa (18/10/2016).
Sekda Gresik Djoko Sulistio Hadi saat membuka sosialisasi Program Kota tanpa Kumuh (Kotaku) Kabupaten Gresik tahun 2016 di Ruang Mandala Bakti Praja, Selasa (18/10/2016).

BeritaGresik.com – Pemkab Gresik akan menghilangkan kawasan kumuh di Gresik hingga 2019 nanti. Sampai saat ini masih terdapat 181 hektar kawasan perumahan dan pemukiman kumuh di Gresik.

Pernyataan ini disampaikan Sekda Gresik Djoko Sulistio Hadi saat membuka sosialisasi Program Kota tanpa Kumuh (Kotaku) Kabupaten Gresik tahun 2016 di Ruang Mandala Bakti Praja Kantor Pemkab Gresik, Selasa (18/10/2016).

Untuk menghilangkan kawasan kumuh sampai nol persen, terang Djoko, maka pemerintah harus merealisasikan peningkatan akses air minum dan pembenahan infrastruktur sanitasi terpadu dengan program lainnya.

”Untuk tujuan itu, kami mengundang saudara,” ujarnya dihadapan peserta sosialisasi.

Turut hadir seluruh kepala SKPD, Kepala Satker Pengembangan Infarstruktur Pemukiman (PIP) Provinsi Jawa Timur, Satker Pengembangan Kawasan Pemukiman Provinsi Jawa Timur dan camat.

Selain itu, hadir juga kepala kelurahan, kades dan tim koordinator kota serta perwakilan dari Badan Keswadayaan masyarakat di lima Kecamatan Gresik, Kebomas, Manyar, Menganti dan Driyorejo.

Sekda menyebutkan, hingga kini masih ada 181 hektar kawasan perumahan dan pemukiman kumuh. Berdasarkan data yang ada, areal kumuh tersebar di 103 desa dan kelurahan di lima kecamatan.

“Untuk menghilangkan kawasan kumuh, perlu koordinasi semuanya dan kepada para kepala SKPD untuk mengambil perannya masing-masing sesuai tugas dan fungsinya,” tegas Sekda.

Terkait program tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Gresik, Bambang Isdianto melalui kabag Humas mengatakan, pada tahap awal pihaknya melaksanakan program perbaikan dan pembangunan saluran air.

”Tahun 2016 Dinas Pekerjaan Umum melaksanakan program perbaikan saluran air dengan total anggaran Rp 4,5 miliar dari dana APBN. Upaya terbaik untuk menghilangkan kekumuhan dengan pendekatan program Cipta Karya,” ujar mantan Plt Sekda tersebut.

Untuk merealisasikan akses air minum masyarakat Gresik sampai 100%, Bupati Gresik menargetkan seluruh masyarakat Gresik bisa dilayani oleh PDAM pada 2019. Ini disampaikan Kepala Bagian Humas Suyono disela acara sosialisasi.

“Sesuai bisnis plan PDAM Gresik, tahun 2017 ada penambahan produksi PDAM dengan memanfaatkan air dari PT Drupadi sebesar 400 liter/detik dan  PT Dewata Bangun Tirta sebesar 200 liter/detik,” terang Suyono.

Dia menambahkan, akan ada peningkatan produksi PDAM pada 2018. Hal ini sesuai dengan pasokan air dari Bendung Gerak Sembayat (BGS) serta dari air Umbulan. Sehingga pada 2019 seluruh warga Gresik bisa menikmati air PDAM,” pungkasnya. (as/sdm)