Burhanuddin Bersiap Rilis Buku Tentang Ulama Bawean

0
1,137 views

BeritaGresik.com – Akar tradisi keilmuan ulama Bawean adalah satu mata rantai yang tidak terputus lewat hubungan murid dan guru. Jalinan itu tersambung dalam rangkaian sanad keilmuan ulama nusantara, hingga terjadi proses transmisi pengetahuan ketika mereka kembali ke Nusantara.

Demikian dikutip dalam sinopsis buku berjudul “Ulama Bawean dan Genealogi Keilmuan Nusantara Abad XIX-XX”. Buku yang banyak mengulas akar tradisi keilmuan ulama Bawean ini ditulis pemuda asal Tambak Bawean, Burhanuddin Asnawi.

Dalam buku yang akan dirilis dalam waktu dekat itu, Burhanuddin menyebutkan beberapa nama tokoh penting yang terlibat dalam jaringan ulama di Timur Tengah dan Nusantara pada abad ke-19 dan abad ke-20.

Tokoh ulama itu diantaranya KH. Muhammad Hasan Asy’ari al-Falaki, KH. Abdul Hamid Satrean (Mas Doel), KH. Mas Raji, KH. Dhofir, Syeikh Muhammad Zainuddin (Syeikh Zein), KH. Abdul Hamid Pancor, dan KH. Subhan.

Nama lain yang juga mendapat perhatian khusus dalam buku ini, yakni KH. Khatib Syahar (Pekalongan), Kiai Muhammad Amin (Sukaoneng), KH. Muhammad Yasin (Kepuh Teluk), Kiai Abdurrahman Khalil (Teluk Dhelem), Kiai Hatmin (Laccar), Kiai Abu Bakar Asyik (Teluk Kalompang) dan Kiai Asyiq Mukri (Gelam).

Mereka disebut telah menghabiskan waktunya meniti Pesantren di tanah Jawa. Sebagai penerus Genealogi intelektual hubungan murid dan guru yang terus berlanjut lintas generasi. [as]