Kabupaten Gresik Pecahkan 2 Rekor Muri

0
3,290 views
Gresik pecahkan 2 rekor MURI.
Gresik pecahkan 2 rekor MURI di GJS.

BeritaGresik.com – Predikat sebagai Kota Santri untuk sebutan Kabupaten Gresik semakin kuat. Hal itu terlihat dengan catatan dua rekor MURI berbau santri yang dipecahkan Kota Wali itu dalam waktu dan tempat yang sama.

Setidaknya hal itu yang dicatat oleh Sri Wijayati perwakilan dari MURI atas dua rekor baru yang baru dipecahkan di Gresik. Rekor Muri tersebut adalah jumlah pengunjung bazar Ramadhan terbanyak mengenakan Busana sarung.

Sedangkan rekor Muri yang lain yaitu penampilan massal seni Rodhat Ishari yang dimainkan Ikatan Seni Hadrah Indonesia Kabupaten Gresik dengan peserta 18.600, terbanyak se-Indonesia.

Gresik pecahkan dua rekor MURI.
Gresik pecahkan dua rekor MURI.

Pemecahan rekor MURI itu dipimpin langsung oleh Bupati Gresik Sambari Halim Radianto beserta Wakil Bupati Gresik Mohammad Qosim. Keduanya memimpin puluhan ribu massa bersarung dan kelompok hadrah.

Perhelatan Akbar Bazar Ramadhan yang berlangsung di Gelora Joko Samudro (GJS) pada Sabtu malam (18/6/2016), juga dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur, Syaifullah Yusuf (Gus Ipul).

Turut hadir pula di pagelaran massal tersebut beberapa kelompok otomotif di Gresik serta msyarakat dari berbagai kecamatan di Kabupaten Gresik yang semuanya mengenakan sarung dan kopiah.

Gresik pecahkan dua rekor MURI.
Gresik pecahkan dua rekor MURI.

Kegiatan ini merupakan gagasan Bupati Gresik Sambari Halim Radianto. Menurut orang nomor satu di Gresik ini, gagasan ini berawal dari keinginannya untuk menegaskan Gresik sebagai kota santri yang sekaligus kota industri yang melekat pada produk sarung made in Gresik.

“Kami punya ribuan industri sarung mulai kecil sampai besar, mulai yang memakai alat tenun bukan mesin (ATBM) sampai produksi sarung yang pakai mesin,” papar Sambari.

Selain itu, Sambari juga menyebut ada ratusan pondok pesantren mulai dari yang kecil sampai yang besar dan terkenal. “Bahkan santrinya ada yang dari beberapa negara tetangga. Dari Malaysia, Brunai serta beberapa negara Islam di luar Asia,” tuturnya.

Dari ratusan pondok tersebut, lanjut Sambari, tumbuhlan seni Rodhat Ishari yang sekarang ini tak hanya monopoli pondok pesantren, tapi hampir setiap kelompok masyarakat saat ini sudah punya kelompok Rodhat Ishari.

Menurut catatan perwakilan dari MURI, Sri Wijayati pemberihan dua Piagam MURI kepada Bupati Gresik, yang pertama atas jumlah pengunjung bazar Ramadhan tersebut diregistrasi pada rekor MURI dengan nomor registrasi 7484.

Sedangkan rekor yang kedua dicatat atas pertunjukan seni Rudhat Ishari dengan peserta terbanyak se Indonesia diberikan nomor registrasi 7485.

”Rekor di Gresik ini berhasil menumbangkan rekor sebelumnya yang dicatat pada Bulan Agustus 2013 dengan jumlah peserta yang hanya 10.084,” tandas manajer senior MURI tersebut.

Beberapa rekor MURI yang telah di raih Kabupaten Gresik yaitu kegiatan bedah rumah dalam waktu sehari (2006), sertifikasi nasional tukang batu (2008), serta pembangunan sekaligus 118 rumah keramik (terbanyak) dan pavingisasi sepanjang 29,5 km (2009).

Kemudian, menggambar desain tema lingkungan hidup serentak dengan jumlah 254.532 peserta (2009), imunisasi peserta terbanyak (2011), kampanye program KB secara marathon di 6 provinsi, kontes ayam ketawa peserta terbanyak (2013), serta menyanyi mars UKS peserta terbanyak (2013).

Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf mengapresiasi penyelenggaraan pagelaran seni rudhat Ishari yang diadakan semalam. Dirinya menganggap bahwa busana memakai sarung merupakan upaya untuk melestarikan kearifan budaya lokal di Gresik.

“Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk melestarikan kearifan budaya local. Lebih-lebih, Kabupaten Gresik adalah kota penghasil sarung dan kopyah. Diharapkan Ikon Santri dan Sarung bisa menjadikan Gresik terdepan, selanjutnya bisa memotifasi produsen meningkatkan kualitas produknya” ujar Gus Ipul sapaan akrabnya.

Di sela penyerahan piagam rekor MURI, Kepala Bagian Humas, Suyono yang tampak memakai sarung dan berkopiah mengatakan, sarung ini merupakan trade merk Gresik. Ketika orang mengenakan sarung dan kopiah, pasti yang diingat Gresik.

“Ada sekitar 1100 produsen sarung di Gresik yang tersebar di 5 Kecamatan yaitu, Kecamatan Gresik, Kebomas, Cerme, Benjeng dan Duduksampeyan” jelasnya.

Selain itu, menurut Suyono Kabupaten Gresik merupakan satu-satunya sentra industry sarung Alat tenun bukan mesin (ATBM) di Indonesia.

“Hal ini sesuai penetapan dari Meneteri Perindustrian yang telah menerbitkan surat penetapan Kompetensi Inti Industri Daerah (KIID) No. 95 tahun 2015 bahwa Gresik sebagai sentra sarung tenun ATBM,” ujar Suyono. (ia/sdm/adv)