Budayawan Nilai Keniscayaan Golkar Butuh Sosok Nusron Wahid

0
379 views

YOGYAKARTA, BeritaGresik.com – Politisi Golkar yang kini menjabat Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI), Nusron Wahid, disebut akan masuk dalam jajaran Dewan Pertimbangan Partai Golkar kepengurusan Agung Laksono.

Masuknya Nusron Wahid dalam daftar calon Dewan Pertimbangan Golkar menjadi perhatian dari banyak kalangan. Budayawan yang juga pengasuh Lawang Ngajeng, Gus Wahyu NH Aly dalam acara Dwi Bulanan Mahabbah Budaya dari Lawang Ngajeng, dengan tema “Politik Cilok di Negeri Singkong” di cafe Ayam Beb,  Yogyakarta juga turut berkomentar.

Menurut cucu KH Abdullah Siradj Aly ini masuknya tokoh muda Nusron Wahid dalam daftar calon Dewan Pertimbangan Partai Golkar dinilai suatu hal yang lumrah. Ia menilai, partai apapun, tidak terkecuali Golkar membutuhkan sosok seperti Nusron Wahid.

“Ia tokoh muda yang memiliki potensi yang diimpikan semua partai. Adanya keinginan Partai Golkar meminang Kepala BNP2TKI untuk dijadikan Dewan Pertimbangan saat ini menjadi hal yang lumrah,” ujarnya dini hari Kamis (19/03), di depan ratusan kader komunitas studi kebudayaan dan politik Lawang Ngajeng.

Ia juga menjelaskan polemik internal partai Golkar yang terjadi saat ini semestinya tidak perlu ada. Menurutnya keputusan Kemenkumham mengakui kubu Agung Laksono seharusnya diapresiasi oleh kubu Abu Rizal Bakrie.

“Sebagai politisi, mustinya Ical memahami kenyataan bahwa Agung ini lebih layak untuk memimpin partai beringin ini. Bila mencintai partainya sudah tentu Ical akan menemui Agung dan memeluknya sambil menyampaikan selamat. Kecuali jika Ical lebih memilih egonya, lebih baik tak perlu saya ngomong begini,” paparnya saat menjawab pertanyaan kader Lawang Ngajeng dari Fisip UGM, Aiq.

Acara Mahabbah Budaya, Lawang Ngajeng yang berlangsung dari selepas Maghrib hingga menjelang Shubuh kali ini, di sela-sela diskusi selain menampilkan beragam kesenian daerah juga diisi dengan pemberian beasiswa S2 yang diberikan kepada 5 peserta yang masing-masing dari UGM ada 2 orang, dari UI ada 1 orang, dan dari UIN ada 2 orang. []