Ketupat Ketek Khas Gresik, Diolah Pakai Air Sumur Ketek

0
1,005 views

BeritaGresik.com – Ketupat bukanlah makanan asing bagi masyarakat Indonesia. Namun, ketupat ketan yang diolah dengan air sumur Ketek hanya bisa dijumpai di kawasan Giri, Kabupaten Gresik.

Ketupat ketan yang biasa di sebut masyarakat Giri ‘Kupat Ketek’ ini bisa di lihat di sekitar makam Sunan Giri. Bahkan ketupat ini jadi ikon jajanan khas Giri-Gresik yang terbilang unik. Kupat Ketek ini bisa di nikmati dengan harga kisaran Rp 2.500, tergantung besar ketupat.

Menurut salah satu penjual kupat Ketek, Aminah, kupat khas Gresik ini punya rasa yang gurih dan kenyal. Tak hanya itu, kupat Ketek juga memiliki daya tarik tersenderi, mulai dari rasa hingga cara produksinya.

Karena itu, kupat Ketek banyak diburu warga Gresik maupun dari luar kota. Menurut Minah, kupat ketek ini memiliki tekstur yang berbeda dari ketupat yang umumnya terbuat dari beras, karena bahan dasar ketupat Ketek menggunakan ketan.

“Kupat ketek rasa asin dan kekenyalannya pas, apalagi jika ditambah dengan parutan kelapa dan gula jawa.” kata Minah ditemui saat membuat ketupat Ketek di rumahnya.

Selain, rasanya yang terbilang menggugah selera pembeli, proses pembuatan kupat Ketek menarik perhatian banyak orang karena menggunakan bahan dasar yang berbeda dengan biasanya.

Salah satu pembuat kupat Ketek, Umi Soliha (32), mengungkapkan, bahwa kupat Ketek ini diolah menggunakan air dari sumur ketek. “Kalau tidak menggunakan air dari sumur ketek, rasanya tidak akan enak,” terang Umi.

Perempuan yang sudah menekuni usaha pembuatan kupat Ketek sejak 23 tahun silam itu memaparkan, jika cita rasa kasin dari kupat ketek ini berasal dari sumur ketek yang biasa diperolehnya dari daerah Sekarkurung.

Selain itu, pembungkus kupat Ketek ini bukan menggunakan janur, melainkan daun gebang. Pembungkusnya yang hampir menyerupai janur ini, ternyata daun muda gebang  yang dipesan dari daerah Mojokerto. Menurut Umi, daun gebang muda ini menambah tingkat kesedapan kupat ketek.

Lebih lanjut perempuan asli kawasan Giri ini menjelaskan, kupat Ketek masih sering dicari pelanggannya. Itu terlihat dari jumlah pesanan yang tak pernah sepi. Proses pembuatan kupat Ketek ini diakui Umi sedikit menyita waktu, sehingga dibutuhkan kesabaran.

“Butuh waktu kurang lebih selama 4 jam untuk proses pengukusan kupat ketek ini,” Tambah Umi.

Karena itu, pembuatan kupat Ketek ini dibutuhkan perhitungan matang sebelum produksi. Umi mengaku sudah memasang target 300 biji kupat Ketek agar tidak terbentur waktu.

Air yang diperoleh Umi juga dipesan sesuai kebutuhan, berkaca dari sumber air yang dinilainya semakin hari semakin menipis saja.

Saat ini produksi kupat Ketek masih dianggap masih sangat terbatas. Umi yang dibantu dua anaknya mengaku seringkali dibuat kewalahan melayani pesanan kupat Ketek. [wan]Ketupat Ketek