Keluarga ABK Dapat Kompensasi Rp 100 Juta dari Perlindungan BPN2TKI

0
282 views

JAKARTA, BeritaGresik.com – Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), terus mengawal pemenuhan hak-hak TKI Anak Buah Kapal (ABK) korban Kapal Hsian Fu Chuen asal Taiwan yang tenggelam di Samudra Atlantik, perairan sebelah selatan Argentina dan membawa 21 awak kapal berasal dari Indonesia, 13 di antaranya dari berbagai daerah di Jawa Tengah.

“BNP2TKI telah memanggil keenam Perusahaan tersebut untuk dibuatkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) beberapa hari lalu. BNP2TKI juga telah berkoordinasi dengan unit teknis BP3TKI di daerah untuk mengunjungi para keluarga korban,” kata Kepala BNP2TKI Nusron Wahid di Jakarta, Rabu (18/3).

Menurut Nusron, dalam upaya pengawalan itu telah ditandatangani surat pernyataan bersama dari enam  perusahaan yang memberangkatkan 21 TKI ABK tersebut, di antaranya PT Bima Samudra Bahari, PT. Mutiara Jasa Bahari, PT. Binar Jaya Pratama, PT Media Maritim Tegal, PT Seva Jaya Bahari, dan PT Puncak Jaya Samudera.

Dalam surat pernyataan bersama tersebut telah disepakati empat poin. Pertama, pembayaran gaji terhitung sejak dinyatakan kapal hilang kontak sampai dengan tiga bulan ke depan. Kedua, pemberian kompensasi kumulatif yang meliputi asuransi, uang duka, dan uang santunan sebesar Rp 100.000.000  kepada masing-masing keluarga korban setelah ada keterangan/pemberitahuan resmi dari KDEI Taiwan mengenai hilang atau tenggelamnya kapal Hsiang Fu Chuen.

Ketiga, dalam hal jumlah asuransi melebihi jumlah kompensasi yang disebutkan pada butir dua, maka kelebihan tersebut wajib diberikan kepada keluarga korban. Dan keempat, para Agen di Indonesia wajib memberikan bantuan dalam pengurusan seluruh hak-hak WNI/ABK korban kapal Hsiang Fu Chuen dari perusahaan pemilik kapal di luar negeri.

Dalam penanganan kasus ABK Korban Kapal Hsiang Fu Chuen ini,  Nusron Wahid, mengatakan pihaknya secara proaktif mencari informasi lebih lanjut tentang kabar terakhir mengenai para ABK dari Perwakilan RI di luar negeri, serta terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri.

“BNP2TKI akan memastikan secepatnya pemenuhan hak-hak bagi ABK tersebut, dan memastikan para ABK tersebut mendapatkan asuransi yang telah menjadi haknya,” kata Nusron.