Hafidz Cilik Ini Harumkan Nama Indonesia di Mesir

0
566 views
Musa La Ode Abu Hanafi (nomor dua dari kanan)
Musa La Ode Abu Hanafi (nomor dua dari kanan)

BeritaGresik.com – Hafidz (hapal Al Quran) cilik asal Indonesia, Musa La Ode Abu Hanafi, meraih peringkat tiga dalam kompetisi hafalan Al Quran atau Musabaqah Hifzil Quran (MHQ) tingkat Internasional di Sharm El Sheikh, Mesir. Prestasi Musa ini ikut mengharumkan nama Indonesia di Mesir dan dunia Islam.

Presiden Joko Widodo lewat akun twitter miliknya mengaku bangga dengan prestasi yang ditorehkan Musa. “Kita bangga dengan prestasi Musa La Ode Abu Hanafi, hafidz 7 tahun di Musabaqah Hifzil Quran Internasional di Mesir,” kata Presiden.

Berdasarkan rilis Kementerian Agama (Kemenag), Minggu (17/4/2016), Ayah Musa, La Ode Abu Hanafi, melalui pesan singkatnya menjelaskan bahwa Musa berangkat ke Mesir pada 9 April lalu untuk mengikuti MHQ Internasional.

Musa bertolak ke Mesir setelah ditunjuk Kemenag yang mendapatkan undangan dari Kementerian Wakaf Mesir. Itu tidak terlepas dari prestasi yang diraih Musa pada STQ Nasional 2015 lalu yang digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.

“Musa mengikuti STQ Nasional 2015 di Pondok Gede Jakarta. Semua pertanyaan dijawab lancar tanpa salah, dan (Musa) mendapatkan peringkat 5 Cabang 30 Juz Putra,” jelasnya.

Menurut La Ode, ada tiga cabang lomba pada MQH Internasional di Mesir, yaitu cabang hafalan 30 juz dewasa beserta tafsir, cabang hafalan 15 juz dewasa beserta tafsir dab cabang hafalan 30 juz untuk anak-anak.

Total peserta dari semua cabang berjumlah 80 orang 60 negara seperti Mesir, Sudan, Arab Saudi, Kuwait, Maroko, Chad, Aljazair, Mauritania, Yaman, Bahrain, Nigeria, Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina, Thailand, Australia, Ukraina, dan Indonesia.

“Cabang ketiga inilah yang diikuti oleh Musa,” jelasnya. Musa merupakan satu-satunya utusan Indonesia yang berpartisipasi pada perlombaan. Hafidz Indonesia itu merupakan peserta paling kecil di antara seluruh peserta lomba, karena lainnya berusia di atas sepuluh tahun.

La Ode menambahkan, proses lomba terbagi dalam dua tahap. Peserta yang lolos tahap pertama akan masuk pada tahap kedua. Musa menjadi salah satu dari 6 peserta lainnya yang mengikuti tes tahap kedua.

Peserta lainnya ada yang berasal dari Meuretania, Mesir, dan negara Muslim lainnya. “Musa satu-satunya peserta yang dapat menjawab pertanyaan dengan lancar tanpa salah, lupa, dan tanpa di bel tanda teguran,” terang La Ode Abu Hanafi.

Prestasi Musa ini disambut gembira masyarakat Indonesia. “Delegasi cilik Indonesia, Musa, telah berhasil meningkatkan kecintaan bangsa lain terhadap Indonesia,” kata Koordinator Fungsi Penerangan, Sosial, dan Budaya (Pensosbud) KBRI Kairo Lauti Nia Sutedja.

Meski hanya menjadi juara tiga dalam kategori hafalan 30 juz anak-anak, Musa dianggap telah berhasil menjalani kompetisi itu karena belum menguasai bahasa Arab.

Ketua Dewan Juri, Syeikh Helmy Gamal, mengatakan Musa memiliki potensi yang baik meski belum menjadi juara pertama. (as/ant)