DPRD Gresik: RPJMD 2016-2021 Belum Sentuh Isu Strategis

0
670 views
(Foto: BG/Wan)
(Foto: BG/Wan)

BeritaGresik.com – Berkas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016-2021 yang diserahkan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) ke DPRD Gresik dinilai belum lengkap. DPRD memandang perlu adanya masukan terkait isu strategis.

Itu dikemukakan oleh sejumlah anggota Dewan dalam rapat yang membahas berkas RPJMD Kabupaten Gresik 2016-2021 bersama Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), di ruang Paripurna DPRD Gresik, Kamis (17/3/2016).

Ketua DPRD Kabupaten Gresik Abdul Hamid memandang, bahwa perlu dikaji ulang terkait sejumlah isu strategis yang nantinya dapat dijadikan masukan untuk Bappeda dalam menyusun RPJMD.

“Kami butuh waktu untuk merumuskan masalah mengenai isu-isu strategis. Sehingga kami dengan SKPD terkait nantinya bisa memberikan masukan,” kata politikus dari Fraksi Partai Golkar itu.

Anggota Komisi B DPRD dari Fraksi PDIP, Jumanto mengatakan bahwa target SKPD yang bisa dituntaskan harus mencapai 100 persen, agar pembangunan di Gresik selama lima tahun ke depan lebih baik.

“Tidak salah jika target SKPD yang bisa mencapai 100 persen itu disebutkan 100 persen, sehingga pembangunan bisa selesai dan tuntas,” kata Jumanto.

Sementara itu,┬áKetua Komisi C DPRD Gresik dari Fraksi PKB, Syafi’ Am, menilai ada banyak persoalan mendasar yang belum masuk dalam rencana awal RPJMD. Untuk itu, pihaknya berencana mengajukan sejumlah isu penting dalam RPJMD.

“Persoalan mendasar versi kami masih banyak yang belum masuk di rencana awal RPJMD ini. Besok kita ketemu dengan Bappeda, kami bisa mengajukan persoalan dan bisa menyiapkan penyandingnya,” kata Moh Syafi’ Am.

Di tempat yang sama, narasumber dari Fitra Ismail Amir menilai, berkas RPJMD yang memuat visi Bupati dan Wakil Bupati Gresik Sambari Halim Radianto-Moh. Qosim untuk lima tahun ke depan masih belum begitu jelas dan terukur.

“Misalnya visi mendorong tumbuhnya perilaku masyarakat yang agamis, sejuk, santun, saling menghormati. Indikator keberhasilannya seperti apa? Itu belum muncul. Apa ada rencana pembangunan masjid. Di sini belum muncul,” kata Ismail.

Dia juga menyoroti perencanaan terkait drainase yang tiap tahunnya ditarget sebesar 25,2 persen sampai akhir 2021. “Saat nanti Bupati tanya? kenapa banyak drainase tidak selesai. SKPD cukup jawab sudah sesuai targetnya,” ucapnya.

Begitu halnya mengenai pembangunan jalan kabupaten, di mana setiap tahun hanya naik sekitar 1 persen. Tahun pertama 83,31 persen, tahun kedua naik 84,81 persen, tahun ketiga 86,11 persen dan tahun ke empat naik 87,21 persen.

“Seharusnya pembangunan dan perawatan jalan kabupaten itu setiap tahun targetnya 100 persen sehingga jalan kabupaten selalu baik. Tidak hanya peningkatan-peningkatan. Bisa-bisa jading pening pikiran,” katanya.

Dalam berkas RPJMD 2016-2021 tersebut juga tidak ada pembahasan rencana strategis tentang industrialisasi. Padahal, disebutkan bahwa Gresik sebagai daerah penyangga Kota Surabaya dan banyak industri.

“Ini kan aneh, apalagi menghadapi pasar bebas masyarakat ekonomi Asean. Jadi harus ada perencanaan yang baik sehingga sampai akhir lima tahun bisa dilihat Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Mulai indeks pendidikan, kesehatan dan pendapatan,” imbuhnya.(wan)