Kala Industri Mengubah Wajah Perairan Gresik

0
612 views

BeritaGresik.com – Dulu kawasan Gresik pesisir dikenal cukup bersih dan dipenuhi beragam jenis hewan laut. Namun, saat ini kondisi perairan Gresik sudah berubah, baik di Kecamatan Gresik maupun kecamatan lainnya mulai tercemar.

Pencemaran itu diduga akibat dari aktivitas industri yang kurang bertanggung jawab. Tindakan membuang limbah industri yang di arahkan langsung ke laut membuat kondisi kawasan perairan Gresik tercemar.

Baru-baru ini, limbah ditemukan di kawasan pembibitan mangrove pantai Desa Kemuteran, Gresik. Limbah yang berbentuk padat ini berwarna hitam pekat. Jika limbah tersebut tercampur dengan air laut, warnanya seperti air yang tercampur minyak.

“Lihat itu mas, warna air di area pembibitan kami, warnanya seperti pelangi,” kata A. Zainul Amin, kordinator pembibitan mangrove.

Menurut dia, keberadaan limbah padat tersebut akan berdampak pada pembibitan manggrove yang dilakukan oleh Gremsikg. Bisa-bisa bibit yang sudah tumbuh akan terganggu dan mati.

“Mangrove kami bisa-bisa mati mas kalau limbahnya seperti ini terus,” ucap pemuda (21) itu.

Zainul menjelaskan, limbah tersebut berasal dari urukan kali tutup. Urukan tersebut dibawa ke area pantai Desa Kemuteran yang rencananya akan dibangun lapangan olahraga untuk warga sekitar.

“kami tidak tahu limbah itu berasal dari pabrik atau industri mana, yang pasti terbawa dengan urukan dari kali tutup ini,” ungkapnya.

Hingga saat ini belum ada tanggapan terkait soal limbah yang berada di sana. Warga dan relawan mangrove kemuteran hanya memendam amarah mereka sembari membersihkannya.

“Kami sebenarnya resah dan mangkel dengan keberadaan limbah ini. Jelas ini akan berpengaruh terhadap eksistensi mangrove-mangrove kami yang dalam tahap pertumbuhan,” kata Muhammad Alamin, salah satu penggagas pembibitan manggrove. [wan]