PMII Desak Diskoperindag Gresik Tindak Toko Modern Tanpa Izin

0
457 views

BeritaGresik.com – Sejumlah Mahasiswa yang tergabung dalam  Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Gresik (PMII) Gresik mendatangi Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdangan (Diskoperindag) Gresik. Mereka menuntut agar toko modern tanpa berizin ditindak tegas.

Dalam kesempatan itu, Ketua PC PMII Bogel mempertanyakan kinerja dan langkah Disperindag di tengah maraknya toko modern yang tersebar di seluruh Kabupaten Gresik. Maraknya toko modern belakangan ini dikatakan akan menggeser keberadaan pasar-pasar tradisional.

“Apa langkah diskoperindag saat ini, dengan fenomena maraknya pasar modern yang tersebar di seluruh Kabupaten Gresik. Dan itu sudah pasti menggeser pasar tradisional,” kata Bogel kepada BeritaGresik.com di Gresik, Selasa (16/6).

Menurut dia, maraknya toko modern sangat merugikan pasar tradisional yang belakangan ini semakin tergeser. Karena itu, PMII mendesak agar Diskoperindag menindak tegas tokoh modern tanpa izin karena telah melanggar Perda Nomor 13 tahun 2011.

Selain itu, mereka juga menuntut agar Diskoperindag lebih meningkatkan kualitas produk lokal dan sumber UMKM, memberikan ruang pada produk lokal, menutup toko modern yang tak sesuai dengan Perda Nomor 13 tahun 2011 pasal 24.

Diskoperindag juga diminta untuk memberikan perlindungan terhadap ekonomi rakyat dari monopoli kapital. Tak hanya itu, PMII meminta pemerintah Kabupaten Gresik agar mengevaluasi kinerja Diskoperindag dan Badan Penanaman Modal dan Perizinan (BPMP) yang selama ini dirasa kurang maksimal.

Menanggapi tuntutan itu, Kepala Bidang Pengembangan Investasi Diskoperindag Farida Haznah menyebutkan, bahwa saat ini di kabupaten Gresik terdapat sekitar 111 toko modern yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Gresik. Mereka terdiri atas 63 toko modern Indomaret dan 48 Alfamart.

Terkait dugaan keberadaan toko modern tak berizin di Kabupaten Gresik, Farida menyatakan bahwa sejauh ini pihaknya belum melakukan pendataan. “Kami belum melakukan pendataan terkait yang tak berizin,” kata Farida.

Kendati begitu, dia mengakui jika banyak toko modern di Gresik yang izinnya tidak lengkap. “Ia, semuanya tidak lengkap, sebab sebelum adanya Perda Nomor 8 tahun 2012 kami melayani permintaan izin, entah izin HO atau IMB dan IPR saja,” paparnya.

Namun, setelah adanya perda tersebut, semua toko modern harus melengkapi seluruh syarat perizinan. “Dulu hanya izin buat HO saja sudah bisa, namun sekarang kalau mau buat HO harus buat IMB dulu. Jadi, sebelum dan sesudah adanya perda tersebut semuanya beda, pungkasnya. [wan]