Babi Kutil Bawean, Hewan Endemik Paling Langka di Dunia

0
1,115 views
Babi berkutil Bawean
Babi berkutil Bawean

BeritaGresik.com – Babi kutil Bawean mendaka jadi perhatian para ilmuan dan media internasional belakangan ini. Bahkan, spesies langka ini sempat diulas di beberapa media ternama Eropa seperti BBC.com dan newsscientist.com.

Saat ini keberadaan babi kutil di Pulau Bawean diperkirakan hanya tinggal 230 ekor. Karena itu, babi berkutil ini diduga sebagai spesies paling langka di dunia. Demikian seperti dilansir di laman newsscientist.com sepekan yang lalu.

Pada siang hari, babi kutil beristirahat di hutan tropis yang masih ada di Pulau Bawean. Saat malam, sekumpulan babi berkeliaran di kebun umbi-umbian milik warga. Itu untuk menghindari kejaran anjing penjaga tanaman milik warga.

Babi-babi berkutil Asia Tenggara muncul dalam berbagai bentuk dan ukuran. Mereka sering dianggap sebagai hama. Sekarang mereka muncul dengan spesies yang berbeda. Yang terbaru adalah babi berkutil di Pulau Bawean (Sus blouchi).

Babi jenis tersebut dikatakan sebagai kerabat kerdil dari babi kutil (Sus verrucosus) yang terdapat di Asia Tenggara, tapi sekarang mereka muncul sebagai spesies dalam dirinya sendiri atau jenis spesies berbeda dari lainnya.

“Ini lebih kecil dari sepupunya dan memiliki tiga lobus aroma di belakang kaki depan dan bukan empat seperti ditemukan pada babi Jawa,” kata peneliti Belanda Mark Rademaker dari VHL University of Applied Sciences di Leeuwarden, Belanda.

Istimewah
Istimewah

Rademaker menerbitkan studi ekologi yang pertama dari hewan minggu ini. Berdasarkan catatan dari 100 perangkap kamera yang tersebar di beberapa tempat di Pulau Bawean, dia memperkirakan populasi babi berkutil Bawean hanya berjumlah sekitar 230 ekor.

Perlindungan Babi

Banyak dari hutan di Pulau Bawean dinyatakan dilindungi di tahun 1930-an. Tapi, itu dirasa tak cukup membantu nelindungi babi kutil, yang sebagian besar mencari makan umbi-umbian di antara kebun atau hutan desa setempat.

“Hutan lindung tampak sangat penting untuk babi. Mereka lebih memilih habitat semi-terbuka untuk dibudidayakan. Dari ukuran pulau yang kecil itu menunjukkan angka babi mungkin tidak pernah lebih tinggi dari hari ini,” kata Rademaker.

Meskipun demikian, ia mengatakan bahwa hewan yang saat ini tidak memiliki perlindungan di bawah hukum Indonesia, memenuhi syarat untuk status terancam punah. Tak hanya babi, hewan langka lain di Bawean seperti rusa juga terancam punah.

Tapi babi berkutil mungkin tidak cukup lucu untuk membawa banyak kru kamera TV bergegas ke Bawean . “Laki-laki memiliki tiga pasang kutil besar di setiap sisi wajah mereka , “kata Johanna Rode – Margono, spesialis liar babi dari Inggris Utara Zoological Society di Inggris. (as)