Penyempitan Lahan Tantangan Peningkatan Hasil Pertanian di Gresik

0
702 views
Sejumlah petani mulai menanam dengan sistem tanam padi jajar legowo padi di Desa Suko Anyar Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik, Sabtu (16/1/2016). (Foto: BG/Wan)
Sejumlah petani mulai menanam dengan sistem tanam padi jajar legowo di Desa Suko Anyar, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, Sabtu (16/1/2016). (Foto: BG/Wan)

BeritaGresik.com – Upaya pemerintah untuk meningkatkan ketahanan pangan terbentur dengan kepentingan korporasi dan ledakan populasi. Selain itu, massifnya pengembangan perumahan ditambah laju urbanisasi pendatang semakin menggerus lahan pertanian.

Karena itu, sudah saatnya pemerintah mulai membuat program pro petani agar petani tidak dengan mudah melepaskan asetnya. Program itu harus mampu meningkatkan kesejahteraan secara kolektif agar para petani bisa melakukan kalkulasi keuntungan jika tetap mempertahankan lahannya.

Saat ini lahan pertanian di kawasan Gresik Selatan maupun Utara diprediksi akan berkurang. Semula luas lahan pettanian di Gresik mencapai 36.000 hektar. Lahan tersebut akan berkurang menjadi 10.000 hektar, sebab mulai dihuni perumahan dan industri mulai 2013.

Penyempitan lahan pertanian seluas 26 hektar ini akan membuat petani bekerja ekstra keras agar bisa memenuhi kebutuhan beras di Kabupaten Gresik sebesar 6.000 ton beras di tahun 2012.

Padahal, kebutuhan pangan tahun depan akan terus meningkat, karena jumlah penduduk mengalami peningkatan.

Peningkatan produksi beras akan dilakukan kepada petani agar menanam padi secara intensif, serta pemupukan secara teratur, agar produktifitas tanaman padi terus meningkat.

Untuk daerah Selatan yang terkena perkembangan industri yaitu di Kecamatan Wringinanom, Driyorejo, dan sebagian Kedamean. Sedangkan untuk daerah Utara yaitu Kecamatan Manyar.

Daerah pertanian yaitu, Benjeng, Balongpanggang, dan Kedamean. Sebagian daerah Cerme dan Wringinanom. Sedangkan daerah utara yang masih produktif tanaman padi yaitu Kecamatan Panceng, Bungah, Sidayu dan Ujungpangkah. (wan)